Putin: Rusia Mendapatkan Keuntungan dari Konflik di Ukraina

Rabu, 07 September 2022 - 17:58 WIB
loading...
Putin: Rusia Mendapatkan...
Putin: Rusia Mendapatkan Keuntungan dari Konflik di Ukraina. FOTO/Reuters
A A A
VLADIVOSTOK - Presiden Vladimir Putin mengatakan pada Rabu (7/9/2022), bahwa Rusia telah memperoleh keuntungan, bukan kalah, dari konflik di Ukraina . Menurut Putin, Rusia sedang memulai jalur kedaulatan baru yang akan memulihkan pengaruh globalnya.

Seperti dilaporkan Reuters, Putin semakin menyebut konflik di Ukraina, yang ia sebut sebagai "operasi militer khusus", sebagai titik balik dalam sejarah, ketika Rusia akhirnya melepaskan penghinaan yang menyertai kejatuhan Uni Soviet pada 1991.

Baca: Putin Setujui Doktrin Kebijakan Luar Negeri Baru Berdasarkan Dunia Rusia

Dalam Forum Ekonomi Timur di kota Vladivostok, Rusia, Putin mengatakan bahwa Barat gagal, sementara Asia adalah masa depan. Dalam pidato utamanya, Putin hampir tidak menyebut Ukraina di luar referensi ekspor biji-bijian.

Tetapi, ketika ditanya oleh seorang moderator apakah ada yang hilang dari konflik tersebut, Putin mengatakan Rusia telah memperoleh dan akan muncul kembali.

"Kami tidak kehilangan apa pun dan tidak akan kehilangan apa pun," kata Putin. "Segala sesuatu yang tidak perlu, berbahaya, dan segala sesuatu yang menghalangi kami untuk maju akan ditolak," tandasnya.

"Dalam hal apa yang telah kami peroleh, saya dapat mengatakan bahwa keuntungan utama adalah penguatan kedaulatan kami, dan ini adalah hasil yang tak terhindarkan dari apa yang terjadi sekarang," kata Putin. "Ini pada akhirnya akan memperkuat negara kita dari dalam," lanjutnya.

Baca: Putin Tinjau Latihan Perang Internasional di Rusia, Libatkan 52.000 Tentara

Namun, dia mengakui bahwa konflik tersebut telah melepaskan "polarisasi tertentu" baik di dunia maupun di Rusia.

Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari dalam apa yang disebutnya operasi khusus untuk menurunkan kemampuan militer tetangga selatannya dan membasmi orang-orang yang disebutnya nasionalis berbahaya.

Penilaian Putin atas keuntungan Rusia tidak memperhitungkan peningkatan besar pasukan NATO di Eropa timur dan rencana masuknya Swedia dan Finlandia sebagai anggota. Mencegah ekspansi NATO adalah salah satu tujuannya untuk melakukan intervensi di Ukraina.

Putin juga menepis dampak sanksi yang telah membuat industri Rusia kekurangan komponen utama seperti microchip dan memutus Rusia dari sistem pembayaran internasional dan menyebabkan kepergian ribuan perusahaan Barat.

“Ekonomi akan berkontraksi "sekitar 2% atau lebih sedikit" tahun ini dan anggaran akan surplus,” kata Putin. Ia juga menegaskan, Barat gagal karena upaya yang sia-sia dan agresif untuk mengisolasi Rusia dengan sanksi menghancurkan ekonomi global saat Asia bangkit untuk mengklaim masa depan.

Baca: Kremlin Sebut Putin Bakal Kunjungi Donbass

AS dan sekutunya memberlakukan sanksi paling berat dalam sejarah modern terhadap Rusia atas tindakannya di Ukraina. Putin mengatakan sanksi itu mirip dengan deklarasi perang ekonomi.

"Saya berbicara tentang demam sanksi Barat, dengan upaya agresif dan berani untuk memaksakan model perilaku di negara lain, untuk merampas kedaulatan mereka dan menundukkan mereka pada kehendak mereka," kata Putin.

"Dalam upaya untuk melawan jalannya sejarah, negara-negara Barat merusak pilar utama sistem ekonomi dunia yang dibangun selama berabad-abad," katanya, seraya menambahkan bahwa kepercayaan terhadap dolar, euro, dan sterling sedang jatuh.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
10.000 Lebih Jenazah...
10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi
Rekomendasi
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Dompet Suporter Inggris...
Dompet Suporter Inggris KO Jelang Kontra Kroasia
Berita Terkini
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Infografis
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved