Kremlin Sebut Putin Bakal Kunjungi Donbass

Rabu, 07 September 2022 - 02:49 WIB
loading...
Kremlin Sebut Putin Bakal Kunjungi Donbass
Kremlin menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengunjungi Donbass, Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin dipastikan akan berkunjung ke Donbass , Ukraina , tetapi tanggal untuk perjalanan semacam itu belum ditentukan. Hal itu diungkapkan sekretaris pers Kremlin Dmitry Peskov.

“Mengenai perjalanan presiden (ke Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Lugansk (LPR)), saya tidak ragu bahwa ketika waktu yang tepat tiba, kunjungan seperti itu akan terjadi,” kata Peskov kepada surat kabar Izvestia, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (7/9/2022).

Dia juga mengatakan bahwa Moskow memiliki “rencana besar” dalam hal membangun kembali Donbass, yang akhirnya menjadi medan perang utama dalam konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Baca: AS: Rusia Akan Beli Roket dan Peluru Artileri dari Korea Utara

“Anda dapat melihat bahwa konstruksi sedang berlangsung, dan fasilitas baru sedang ditugaskan. Upaya keras sedang dilakukan untuk memulihkan semua sistem utilitas penting. Itu adalah jaringan pipa air, pasokan energi, fasilitas sosial. Kerja keras sedang berlangsung, dan ribuan orang terlibat di dalamnya,” kata juru bicara Kremlin itu.

Pejabat tertinggi dari Moskow yang mengunjungi Donbass sejauh ini adalah Menteri Pertahanan Sergey Shoigu, yang memeriksa pasukan Rusia di DPR dan LPR pada bulan Juli, dan ketua parlemen Vyacheslav Volodin, yang melakukan perjalanan ke Lugansk pada bulan yang sama dengan sekelompok anggota parlemen.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Lugansk di dalam negara Ukraina. Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014.

Baca: Moskow: Perang Total Dideklarasikan Melawan Rusia di Semua Bidang

Mantan Presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui bahwa tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

(ian)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1671 seconds (11.97#12.26)