Serang Balik, Trump Labeli Biden Musuh Negara

Minggu, 04 September 2022 - 13:32 WIB
loading...
A A A
Trump pun mengecam pidato Biden sebagai pidato paling kejam, penuh kebencian, dan memecah belah yang pernah disampaikan oleh seorang presiden Amerika.

"Dia musuh negara. Anda ingin tahu kebenarannya. Musuh negara adalah dia," kata Trump seperti dikutip dari France24, Minggu (4/9/2022).

"Partai Republik dalam gerakan MAGA bukanlah orang-orang yang mencoba merusak demokrasi kita," lanjut Trump, yang berulang kali mengklaim pemilihan presiden 2020, di mana dia kalah, telah dicurangi; dan partainya membuat klaim penipuan pemilih yang tidak berdasar sebagai bagian utama platform mereka.

"Kami yang berusaha menyelamatkan demokrasi kita, sangat sederhana. Bahaya demokrasi datang dari kiri radikal, bukan dari kanan," tambah Trump.

Dia muncul di kampanye Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu November, yang bisa membuat Partai Demokrat Biden kehilangan kendali atas kedua majelis Kongres.

Baca: 'Berbalas Pantun', Donald Trump Sebut Joe Biden Gila

Meskipun Trump tidak ada dalam surat suara, Biden (79) berusaha mengubah pemungutan suara menjadi referendum terhadap pendahulunya dalam upaya untuk mempertahankan Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Pada rapat umum Wilkes-Barre - di mana Trump naik ke panggung untuk mendukung kandidatnya dalam pemilihan Senat, dokter TV Mehmet Oz - pendukung Trump Edward Young mengatakan dia "jijik" dengan pidato Biden.

"Dia menyatakan perang terhadap saya. Dia menyatakan perang terhadap separuh Amerika," kata Young kepada AFP.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
AS Habiskan Rp671 Triliun...
AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi
Rekomendasi
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved