Tersangka Kedua Terungkap dalam Pembunuhan Jurnalis Rusia Dugina

Senin, 29 Agustus 2022 - 21:17 WIB
loading...
Tersangka Kedua Terungkap...
Tangkapan layar dari video FSB yang diduga menunjukkan Bogdan Tsyganenko saat menerima paket dengan pelat mobil palsu. Foto/rt.com/fsb
A A A
MOSKOW - Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengidentifikasi seorang pria Ukraina, bernama Bogdan Tsiganenko, sebagai kaki tangan dalam rencana pembunuhan jurnalis dan aktivis politik Rusia Darya Dugina.

Putri dari filsuf terkenal dan advokat “Eurasia” Aleksandr Dugin, tewas dalam pemboman mobil di Moskow awal bulan ini.

“Tsiganenko diduga membantu tersangka utama, Natalya Vovk, mendapatkan paspor Kazakhstan palsu dan merakit alat peledak rakitan, yang kemudian dia gunakan dalam kejahatan itu,” ungkap pernyataan FSB.



“Terduga pembuat bom berusia 42 tahun itu memasuki Rusia dari Estonia pada akhir Juni dan pergi sehari sebelum serangan bom pada 20 Agustus,” papar FSB, pada Senin (29/8/2022) dilansir RT.com.

Bom rakitan (IED) dibuat di garasi sewaan, menurut FSB. FSB percaya keduanya bertindak bersama sebagai anggota "kelompok teroris sabotase Ukraina."

Badan tersebut merilis gambar dan rekaman yang menunjukkan Tsiganenko bepergian dengan Vovk di mobilnya, menerima pelat mobil palsu untuk kendaraan tersebut, dan masuk serta meninggalkan Rusia.

Baca juga: Mantan Presiden Rusia Sebut 4 Skenario untuk Gunakan Senjata Nuklir

Pernyataan itu juga memberikan rincian baru tentang pembunuhan itu sendiri. FSB merilis rekaman yang menunjukkan Vovk mengawasi Dugina di tempat parkir festival keluarga di mana dia mungkin menanam bom.

“Wanita Ukraina itu mengikuti targetnya di mobilnya dan memicu ledakan, yang menewaskan Dugina di tempat,” papar FSB.

Dugina adalah seorang kritikus vokal pemerintah Ukraina di Kiev dan pendukung aksi militer Rusia di Ukraina.

Dia juga putri filsuf kontroversial Aleksandr Dugin, yang telah lama digambarkan media Barat sebagai pemberi pengaruh rahasia kebijakan luar negeri Rusia.

Setelah Vovk diidentifikasi sebagai tersangka utama dalam kasus tersebut, Rusia menuduh Ukraina mendalangi pembunuhan tersebut. Kiev membantah terlibat.

“Vovk berhasil meninggalkan Rusia setelah membunuh Dugina, menyeberang ke Estonia,” ungkap FSB.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved