Turki Tuding Prancis Gagal Sadari Masa Lalunya sebagai Penjajah

Senin, 29 Agustus 2022 - 15:46 WIB
loading...
Turki Tuding Prancis...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Pernyataan yang dibuat Presiden Prancis Emmanuel Macron pekan lalu selama kunjungan ke Aljazair menunjukkan tidak hanya fakta Prancis tampaknya gagal menghadapi masa lalu kolonialnya sendiri tetapi juga "mentalitasnya yang terdistorsi."

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki mengungkapkan hal itu pada akhir pekan lalu. Reaksi marah Turki itu dipicu Macron yang menuduh Turki menyebarkan “propaganda anti-Prancis” di Afrika.

Macron mengklaim Turki bersama Rusia dan China sedang membangun “jaringan aktivis” tertentu yang diduga mengejar agenda “neo-kolonialis” dan “imperialis” sambil menyebarkan “propaganda anti-Prancis” dan menggambarkan Paris sebagai “musuh” Afrika.

Kemlu Turki menyebut tuduhan Macron “sangat disayangkan” dan “tidak dapat diterima.”

Baca juga: Mantan Presiden Rusia Sebut 4 Skenario untuk Gunakan Senjata Nuklir

Kemlu Turki menambahkan, “Presiden Prancis tampaknya memiliki kesulitan dalam menghadapi masa lalu kolonialnya di Afrika, terutama di Aljazair.”

“Prancis berusaha menangani masalah ini dengan menuduh negara lain melakukan kegiatan jahat,” ungkap pernyataan Kemlu turki.

"Jika Prancis menduga ada reaksi menentangnya di benua Afrika, mereka harus mencari sumber reaksi ini di masa lalu kolonialnya dan upayanya untuk tetap mengejar ini dengan metode yang berbeda," papar pernyataan Kemlu Turki.

Baca juga: Rusia dan Korea Selatan akan Bangun PLTN Pertama di Mesir

Menurut Kemlu Turki, setiap upaya menjelaskan sentimen anti-Prancis di Afrika oleh beberapa "kegiatan negara ketiga" tidak lain adalah penyangkalan sejarah yang hanya menunjukkan "mentalitas terdistorsi dari beberapa politisi."

“Turki adalah mitra strategis Uni Afrika dan mendorong persahabatan, bukan permusuhan di benua itu,” ungkap Kemlu Turki.

Ankara berharap Paris pada akhirnya akan “mencapai kedewasaan untuk menghadapi masa lalu kolonialnya tanpa menyalahkan negara lain.”

Meskipun nenek moyang orang Aljazair modern memiliki “perjuangan” dengan bekas penjajah di masa lalu, sekarang orang Afrika “diajari hal-hal yang tidak berdasar” tentang Prancis, ungkap Macron kepada wartawan selama kunjungannya ke ibu kota Aljazair, Aljazair.

Kunjungannya dilakukan di tengah ketegangan hubungan antara dua negara.

Tahun lalu, Macron mempertanyakan eksistensi Aljazair sebagai negara sebelum pemerintahan kolonial Prancis dan menuduh pemerintahnya mengobarkan “kebencian terhadap Prancis.”

Sebagai tanggapan, Aljazair menarik duta besarnya dari Paris dan melarang pesawat militer Prancis melintasi wilayah udara nasionalnya.

Hubungan telah dipulihkan, bersama dengan penerbangan pesawat militer Prancis melalui wilayah udara Aljazair ke pangkalan Prancis di sub-Sahara Afrika.

Setelah kunjungan pekan lalu, Macron dan Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune mendeklarasikan “kemajuan dinamis yang tidak dapat diubah” dalam hubungan bilateral.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Sepak Pojok Jadi Mimpi...
Sepak Pojok Jadi Mimpi Buruk! Aljazair Comeback Dramatis, Yordania Tersingkir
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved