Bangladesh Pangkas Hari Sekolah dan Jam Kerja untuk Hemat Listrik
Rabu, 24 Agustus 2022 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Hero Alom, Pria Tertampan Bangladesh Ditangkap Polisi karena Bernyanyinya Dianggap Jelek
Tetapi, pihak berwenang telah berjanji untuk terus memasok listrik ke zona industri untuk membantu mendukung ekonomi negara itu senilai USD416 miliar, yang telah berkembang pesat selama dekade terakhir. Oposisi negara itu menuduh pemerintah gagal mengendalikan korupsi dan menghilangkan kerugian di sektor energi.
Pada bulan Juli, Bangladesh mencari pinjaman yang tidak ditentukan dari Dana Moneter Internasional, menjadi negara ketiga di Asia Selatan yang melakukannya baru-baru ini setelah Sri Lanka dan Pakistan.
Rahul Anand, kepala divisi di Departemen Asia dan Pasifik IMF, mengatakan dalam konsultasi baru-baru ini bahwa Bangladesh tidak berada dalam situasi krisis dan posisi eksternalnya “sangat berbeda dari beberapa negara di kawasan ini.”
"Bangladesh memiliki risiko tekanan utang yang rendah dan sangat berbeda dari Sri Lanka," katanya seperti dikutip oleh The Business Standard Daily yang berbasis di Dhaka. Cadangan mata uang asing Bangladesh telah menyusut menjadi sekitar USD40 miliar.
Tetapi, pihak berwenang telah berjanji untuk terus memasok listrik ke zona industri untuk membantu mendukung ekonomi negara itu senilai USD416 miliar, yang telah berkembang pesat selama dekade terakhir. Oposisi negara itu menuduh pemerintah gagal mengendalikan korupsi dan menghilangkan kerugian di sektor energi.
Pada bulan Juli, Bangladesh mencari pinjaman yang tidak ditentukan dari Dana Moneter Internasional, menjadi negara ketiga di Asia Selatan yang melakukannya baru-baru ini setelah Sri Lanka dan Pakistan.
Rahul Anand, kepala divisi di Departemen Asia dan Pasifik IMF, mengatakan dalam konsultasi baru-baru ini bahwa Bangladesh tidak berada dalam situasi krisis dan posisi eksternalnya “sangat berbeda dari beberapa negara di kawasan ini.”
"Bangladesh memiliki risiko tekanan utang yang rendah dan sangat berbeda dari Sri Lanka," katanya seperti dikutip oleh The Business Standard Daily yang berbasis di Dhaka. Cadangan mata uang asing Bangladesh telah menyusut menjadi sekitar USD40 miliar.
(esn)
Lihat Juga :