Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:30 WIB
loading...
Pakar Militer Ini Sebut...
AS tak sadari gelombang kejut besar di Asia. Foto/X
A A A
SINGAPURA - Michael Shoebridge, direktur Strategic Analysis Australia, berbicara kepada Al Jazeera tentang upaya Washington yang tampaknya untuk mengelola hubungan masyarakat dengan Beijing sambil mengirimkan pesan yang menenangkan ke kawasan tersebut pada Dialog Shangri-La di Singapura, KTT keamanan utama Asia.

Mengapa AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia?

1. AS Tak Ingin Berkonfrontasi dengan China

Berbicara di KTT tersebut, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan bahwa AS “tidak menginginkan konfrontasi publik dengan China”, kata Shoebridge, mencatat bahwa Hegseth “berbicara tentang Amerika yang kuat, tenang, tetapi jelas, dan ingin menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut”.

“Masalahnya adalah, kata-kata yang menenangkan itu mungkin yang ingin didengar oleh kawasan tersebut, tetapi Amerika yang agresif dan berisik yang kita lihat dalam perangnya di Timur Tengah, dan agresi militernya di Amerika Selatan, bertentangan dengan gambaran itu,” katanya.


2. Minta Sekutu untuk Anggaran Pertahanan

Seruan Hegseth kepada sekutu dan mitra regional untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan adalah "pesan yang sulit untuk disampaikan," ketika AS terlihat "kurang dapat diandalkan," kata Shoebridge.

3. Asia Fokus ke Energi

"Negara-negara Asia benar-benar memprioritaskan pasokan energi mereka dari Timur Tengah, dengan harapan aliran energi tersebut tidak akan terganggu," kata Shoebridge.

"Amerika dan Israel, memulai perang itu, dan tidak memikirkan konsekuensinya, telah mengirimkan gelombang kejut ekonomi yang sangat besar ke seluruh Asia," tambahnya.

"Saya rasa Amerika tidak sepenuhnya memahami dampak yang ditimbulkan terhadap perhitungan negara-negara tentang kredibilitas pengambilan keputusan Amerika."

4. Meningkatkan Kemampuan Militer

Berbicara di Dialog Shangri-La di Singapura, Hegseth mengatakan Washington belum berpaling dari kawasan Asia Pasifik meskipun terlibat secara mendalam dalam konflik dengan Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
Usai Serangan Udara...
Usai Serangan Udara AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tinggalkan Irak Kembali ke Teheran
Kesaksian Pilot Jet...
Kesaksian Pilot Jet Tempur F-15 AS: Drone-Drone Iran seperti Ranjau Darat
Rekomendasi
Hadir dan Sapa Masyarakat...
Hadir dan Sapa Masyarakat Batam, ACC Carnival Tebar Promo Menarik
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Alarm Bahaya untuk Argentina...
Alarm Bahaya untuk Argentina Jelang Perempat Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved