Trump Tunda Serangan AS terhadap Jaringan Listrik Iran hingga 6 April di Tengah Perundingan

Jum'at, 27 Maret 2026 - 07:15 WIB
loading...
Trump Tunda Serangan...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menunda tenggat waktu yang ia tetapkan sendiri untuk serangan terhadap jaringan listrik Iran hingga 6 April. Dia memakai alasan kemajuan dalam negosiasi untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung di negara tersebut.

Pengumuman hari Kamis (26/3/2026) ini muncul ketika presiden terus menekan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur air vital untuk lalu lintas minyak.

“Sesuai permintaan Pemerintah Iran, mohon izinkan pernyataan ini untuk menyatakan bahwa saya menunda periode penghancuran Pembangkit Energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00, Waktu Bagian Timur,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.

“Perundingan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan yang salah yang bertentangan oleh Media Berita Palsu, dan lainnya, pembicaraan berjalan dengan sangat baik.”

Unggahan tersebut menandai penundaan terbaru yang diumumkan Trump sejak ia pertama kali mengancam sistem energi Iran.

Pada hari Minggu, Trump mengancam akan menyerang jaringan listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam waktu 48 jam. Ia menulis bahwa ia akan menyerang pembangkit energi, “DIMULAI DENGAN YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU”.

Kemudian, pada hari Senin, ia mengatakan akan menunda serangan selama lima hari lagi berdasarkan “percakapan yang baik dan produktif” yang dibantah Iran. Penundaan pada hari Kamis adalah penundaan kedua.

Pemerintahan Trump seringkali mengeluarkan pernyataan yang kontradiktif tentang arah perang, yang dimulai ketika AS dan Israel menyerang Iran hampir sebulan yang lalu, pada 28 Februari.

Namun, menargetkan pasokan listrik Iran secara sengaja dapat meningkatkan kritik terhadap kampanye militer secara keseluruhan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Berita Terkini
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved