Kisah Pilu Maryam, Dituduh Menipu Suami karena Tak Berdarah di Malam Pertama

Jum'at, 12 Agustus 2022 - 09:22 WIB
loading...
Kisah Pilu Maryam, Dituduh...
Seorang wanita Iran mencoba bunuh diri setelah dianggap menipu suaminya gara-gara dia tidak berdarah pada malam pertama usai pernikahan. Dia dianggap tidak perawan. Foto/REUTERS/Ilustrasi
A A A
TEHERAN - Di Iran, keperawanan sebelum menikah penting bagi banyak gadis dan keluarga mereka.

Terkadang pria menuntut sertifikat keperawanan--sebuah praktik yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dianggap bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM).

Namun dalam setahun terakhir, semakin banyak orang yang berkampanye menentang praktik itu.

"Kamu menipuku untuk menikahimu karena kamu tidak perawan. Tidak ada yang akan menikahimu jika mereka tahu yang sebenarnya."

Itulah yang dikatakan suami Maryam kepadanya setelah mereka melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya atau pada malam pertama setelah menikah.

Baca juga: Jual Keperawanan Rp19 Miliar, Mahasiswi Cantik Jatuh Cinta pada Pembelinya

Maryam mencoba meyakinkan suaminya bahwa, meskipun dia tidak berdarah, dia belum pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya.

Tapi sang suami tidak percaya, dan memintanya untuk mendapatkan sertifikat keperawanan.

Ini tidak biasa di Iran. Setelah bertunangan, banyak wanita pergi ke dokter dan menjalani tes yang membuktikan bahwa mereka tidak pernah berhubungan seks.

Namun, menurut WHO, tes keperawanan tidak memiliki manfaat ilmiah.

Sertifikat keperawanan Maryam menyatakan bahwa jenis selaput daranya adalah "elastis". Ini berarti dia mungkin tidak berdarah setelah melakukan hubungan seks penetrasi.

"Itu melukai harga diri saya. Saya tidak melakukan kesalahan apa pun, tetapi suami saya terus menghina saya," katanya.

"Saya tidak tahan lagi, jadi saya minum beberapa pil dan mencoba bunuh diri."

Tepat pada waktunya, dia dibawa ke rumah sakit dan selamat.

"Saya tidak akan pernah melupakan hari-hari kelam itu. Saya kehilangan 20kg [3 stone] selama waktu itu," paparnya, seperti dikutip BBC, Kamis (11/8/2022).

Kisah pilu Maryam adalah kenyataan banyak wanita di Iran. Menjadi perawan sebelum menikah masih penting bagi banyak gadis dan keluarga mereka. Ini adalah nilai yang mengakar kuat dalam konservatisme budaya.

Namun belakangan ini, keadaan mulai berubah. Wanita dan pria di seluruh negeri telah berkampanye untuk mengakhiri tes keperawanan.

November lalu, sebuah petisi online menerima hampir 25.000 tanda tangan dalam satu bulan. Ini adalah pertama kalinya tes keperawanan ditentang secara terbuka oleh begitu banyak orang di Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Langit Brasil, Penyanyi AS dan YouTuber Tewas
Rekomendasi
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Agustina Arumsari Ditunjuk...
Agustina Arumsari Ditunjuk Jadi Juru Bicara BGN
Spanyol vs Cape Verde:...
Spanyol vs Cape Verde: La Roja di Ambang Pesta Gol
Berita Terkini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved