Agama Warga Macau dan Persentasenya

Sabtu, 06 Agustus 2022 - 19:02 WIB
loading...
Agama Warga Macau dan Persentasenya
Buddha menjadi agama yang memengaruhi budaya dan tradisi penduduk Macau, sebuah wilayah otonomi khusus China. Foto/holidify
A A A
JAKARTA - Macau merupakan Daerah Administrasi Khusus (SAR) dari Republik Rakyat China yang terletak di sebelah barat Sungai Mutiara. Wilayah yang terkenal dengan kasinonya ini memiliki penduduk dengan agama yang beragam.

Undang-Undang DasarSAR Macau memang memberikan kebebasan beragama kepada penduduknya. Semua agama yang berada di wilayah ini juga akan memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

UU tersebut juga melindungi hak perkumpulan keagamaan dan hak organisasi keagamaan untuk mengelola sekolah, rumah sakit, dan lembaga kesejahteraan dan untuk menyediakan layanan sosial lainnya.

Macau juga dikenal sebagai salah satu wilayah terpadat dengan jumlah penduduk sekitar 667.000 dan menempati peringkat ke-167 terkait kepadatan penduduk tertinggi di dunia, menurut data dari worldometers pada 2022.

Baca juga: Tiga Negara di Dunia yang Tak Diakui oleh China

Melansir dari state.gov, menurut perkiraan Pew Research Center 2010, sebanyak 58,9 persen populasi Macau adalah penganut agama rakyat, 17,3 persen Buddha, 7,2 persen Kristen, 1,2 persen agama lain (termasuk Hindu, Islam, dan Yahudi), dan 15,4 persen tidak terafiliasi. Data tersebut diambil pada tahun 2019.

Menurut buku tahunan, mayoritas penduduk menganut agama Buddha atau agama rakyat China. Biro Informasi Pemerintah SAR memperkirakannya sebanyak 5,2 persen dari populasi sekitar 31.700 individu.

Agama Buddha sangat memengaruhi budaya dan tradisi penduduk Macau. Ada beberapa kelompok Buddhis yang berpengaruh di wilayah ini, beberapa yang populer adalah Masyarakat Buddhis Macau dan Persatuan Buddhis Macau. Ada beberapa kuil Buddha di Macau seperti Kuil Guanyin dan lainnya, yang juga merupakan tempat wisata populer.

Agama Kristen di Macau sebagian besar adalah Kristen Katolik. Keuskupan Katolik Roma yang didirikan ini dihormati sebagai salah satu pusat keagamaan Katolik paling awal di Timur Jauh.

Untuk Katolik Roma, yang lebih dari setengahnya adalah pekerja rumah tangga asing dan ekspatriat lainnya, dan 1,3 persen dari populasi (lebih dari 8.000 individu) adalah pemeluk Protestan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1429 seconds (10.101#12.26)