12 Juta Warga Sudan Hadapi Ancaman Kelaparan Parah

Jum'at, 05 Agustus 2022 - 00:10 WIB
loading...
12 Juta Warga Sudan...
12 Juta Warga Sudan Hadapi Ancaman Kelaparan Parah. FOTO/Reuters
A A A
KAIRO - PBB melukiskan gambaran suram untuk situasi kemanusiaan di Sudan . Menurut PBB, hampir seperempat penduduk negara itu sedang menuju kondisi kelaparan di tengah kekurangan dana yang mengerikan.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan, 11,7 juta orang menghadapi kelaparan akut antara Juni dan September, meningkat hampir 2 juta, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seperti dilaporkan AP, Rabu (3/8/2022).

Baca: Idul Adha di Sudan Diwarnai Aksi Protes Terhadap Kekuasaan Militer

"Krisis pangan yang semakin dalam di Sudan terutama disebabkan oleh ekonomi yang rapuh di daerah itu, musim kemarau yang berkepanjangan, berkurangnya area yang ditanami dan curah hujan yang tidak menentu," kata Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.

Penilaian gelap itu muncul saat negara Afrika Timur itu terjerumus ke dalam kekacauan sejak kudeta militer pada Oktober. Ini mengubah transisi singkat negara itu ke demokrasi setelah hampir tiga dekade penindasan dan isolasi internasional di bawah pemimpin otokrat Omar Al-Bashir. Pemberontakan rakyat memaksa militer menggulingkan Al-Bashir dan pemerintah sekutu Islamnya pada April 2019.

Pengambilalihan oleh militer juga menggagalkan upaya yang didukung internasional untuk merombak ekonomi yang babak belur dan menghentikan miliaran bantuan dari Barat dan lembaga keuangan global.

Baca: Korban Tewas Protes Anti Kudeta di Sudan Capai 100 Orang

"Sebagian besar dari mereka yang menderita kelaparan akut berada di ibu kota, Khartoum, wilayah Darfur dan provinsi Kassala dan Nil Putih, yang paling parah dilanda konflik dan penurunan ekonomi," sebut pernyataan OCHA.

Dilaporkan pula, sekitar 4 juta anak di bawah usia 5 tahun dan wanita hamil dan menyusui diperkirakan mengalami kekurangan gizi akut dan membutuhkan nutrisi penyelamat hidup kemanusiaan. Angka tersebut termasuk 618.950 anak balita dengan gizi buruk akut, di antaranya sekitar 93.000 menderita komplikasi medis dan membutuhkan perawatan khusus.

Program Pangan Dunia mengatakan, mereka terpaksa memotong jatah untuk pengungsi di seluruh Sudan karena kekurangan dana yang parah. Mulai Juli, lebih dari 550.000 pengungsi hanya akan menerima setengah dari keranjang makanan standar, baik dalam bentuk makanan atau bantuan tunai, kata badan tersebut.

Baca: Pasukan Keamanan Sudan Gunakan Peluru Tajam, 3 Demonstran Tewas Ditembak

Badan itu juga memperingatkan bahwa pemotongan tersebut dapat memperburuk risiko perlindungan karena pengungsi dapat menggunakan mekanisme penanggulangan negatif, termasuk putus sekolah, pekerja anak, pernikahan dini dan kekerasan seksual dan berbasis gender.

PBB mengatakan tanggapan kemanusiaannya untuk Sudan pada 2022 menerima USD414,1 juta, dari total kebutuhan USD1,94 miliar.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
AS Dituding Sengaja...
AS Dituding Sengaja Dorong Warga Kuba ke dalam Kelaparan
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
UEA Bayar Tentara Bayaran...
UEA Bayar Tentara Bayaran Kolombia untuk Membantu Militan Sudan Bunuh Warga Sipil
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
Mantan PM Thailand Thaksin...
Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Setelah Mendapat Pengampunan Kerajaan
Istana Kepresidenan...
Istana Kepresidenan Slovenia Kibarkan Bendera Palestina, Singgung Genosida Gaza
Rekomendasi
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Berita Terkini
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved