alexametrics

Taliban Bantah Ditawari Hadiah oleh Rusia untuk Bunuh Tentara AS

loading...
Taliban Bantah Ditawari Hadiah oleh Rusia untuk Bunuh Tentara AS
Taliban membantah laporan New York Times, bahwa mereka telah ditawari hadiah oleh Rusia untuk membunuh tentara Amerika Serikat (AS) dan koalisi. Foto/REUTERS
A+ A-
KABUL - Taliban membantah laporan New York Times, bahwa mereka telah ditawari hadiah oleh Rusia untuk membunuh tentara Amerika Serikat (AS) dan koalisi. Taliban mengatakan bahwa rumor ini dibuat untuk menciptakan hambatan untuk penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Menurut juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, seluruh senjata Taliban diperoleh dari dalam negeri atau hasil sitaan dari kelompok saingan. Dia juga menegaskan kegiatan Taliban tidak terkait dengan organ intelijen atau negara asing.

(Baca juga: Rusia Bantah Laporan Moskow Imingi Militan Hadiah untuk Bunuh Tentara AS)



"Taliban berkomitmen untuk kesepakatan dengan AS, mengatakan bahwa implementasinya akan memastikan perdamaian dan stabilitas komprehensif di Afghanistan," ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (26/6/2020).

Sebelumya, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut laporan New York Times adalah tidak benar. Menurut pejabat tersebut, laporan New York Times itu adalah satu lagi berita palsu yang bertujuan untuk mengganggu proses perdamaian Afghanistan.

"Kami telah memperhatikan berita palsu lain, dirilis ke ruang media oleh intelijen AS tentang dugaan keterlibatan intelijen militer Rusia dalam pembunuhan kontrak pasukan AS di Afghanistan," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia.

(Baca juga: Mengintip Pengelolaan Limbah Medis di RSCM)

"Kisah tumpul ini dengan jelas menggambarkan rendahnya kemampuan intelektual staff propaganda intelijen AS, yang bukannya membuat sesuatu yang lebih rumit muncul dengan omong kosong seperti itu," ujarnya.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak