Kenapa China Tidak Mengakui Taiwan sebagai Negara? Ini Alasannya

Rabu, 03 Agustus 2022 - 21:10 WIB
loading...
Kenapa China Tidak Mengakui...
Kenapa China Tidak Mengakui Taiwan sebagai Negara? Ini Alasannya. FOTO/Reuters
A A A
BEIJING - Belakangan, hubungan China dengan Taiwan kembali memanas. Penyebabnya adalah kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat, Nancy Pelosi ke Taiwan.

Dalam hal ini, Beijing menduga bahwa kedatangan Pelosi merupakan bentuk dukungan AS atas keinginan Taiwan untuk merdeka dari China. Seperti yang diketahui, hubungan antara kedua negara ini memang tidak harmonis sejak dulu.

Baca: Taiwan: Latihan Militer China Melanggar Kedaulatan Kami

Sebagian orang mungkin kerap mempertanyakan, mengapa China tidak mengakui Taiwan sebagai sebuah negara? Jawabannya adalah karena China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Dikutip dari laman Council Foreign Relations, perseteruan antara kedua negara ini telah berlangsung cukup lama.

Taiwan secara resmi dikenal sebagai Republik China (ROC). Pada 1949, kubu nasionalis dibawah bendera Kuomintang kalah perang saudara oleh Partai Komunis yang dipimpin Mao Zedong.

Setelahnya, para pendukung kubu nasionalis yang dipimpin Chiang Kai-shek melarikan diri ke Taiwan. Namun, di sana Chiang Kai-shek justru mendeklarasikan pemerintahannya sendiri.

Dalam hal ini, tentu saja China menolak pengakuan tersebut. Negeri Tirai Bambu menganggap Taipei sebagai provinsi pemberontak dan bersumpah akan menyatukan Taiwan kembali ke wilayahnya.

Baca: Dubes China Peringatkan Anggota Parlemen Inggris Soal Kunjungan ke Taiwan

Ketegangan telah meningkat kembali sejak terpilihnya presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada 2016. Tsai menolak kebijakan pendahulunya Ma Ying-jeou yang memperbaiki hubungannya dengan China.

Beijing menegaskan bahwa hanya ada satu China dan Taiwan adalah bagian darinya. Mereka mengklaim bahwa Formosa terikat oleh Konsensus 1992 yang disepakati perwakilan Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan Partai Kuomintang (KMT) yang kemudian memerintah Taiwan.

Konsensus 1992 menyatakan bahwa kedua wilayah tersebut milik satu China dan akan bekerja sama untuk mengupayakan reunifikasi nasional. Awalnya, Partai Kuomintang mendukung konsensus tersebut. Hanya saja, setelah Partai Progresif Demokratik (DPP) berkuasa, Taiwan melalui Presiden Tsai menolak konsensus 1992.

Pada perkembangannya, China terus menekan Taiwan dengan berbagai cara selain konflik bersenjata. Menurut survei National Chengchi University, kebanyakan orang Taiwan justru mendukung status quo. Sejumlah kecil mendukung kemerdekaan segera, dan lebih sedikit orang yang mendukung penyatuan kembali China dan Taiwan.

Baca: Ketua DPR Nancy Pelosi: AS Ingin Taiwan Punya Kebebasan dengan Keamanan

Sebagian besar menolak usulan model ‘Satu Negara, Dua Sistem’. Sebuah model yang dibentuk saat Beijing menindak kebebasan Hongkong.

Referensi:
-https://www.cfr.org/backgrounder/china-taiwan-relations-tension-us-policy-biden
-https://en.wikipedia.org/wiki/Taiwan
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Pesan Menyentuh di Ruang...
Pesan Menyentuh di Ruang Ganti Timnas Iran: Bermain Jujur adalah Jiwa Sepak Bola
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Berita Terkini
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved