Horor! Perenang Terkena Ranjau Saat Berenang di Laut Hitam

Jum'at, 29 Juli 2022 - 09:35 WIB
loading...
Horor! Perenang Terkena...
Dua orang perenang terluka setelah terkena ranjat saat berenang di Laut Hitam. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Setidaknya dua perenang terluka akibat ranjau laut saat berenang di Laut Hitam dekat sebuah resor di Ukraina . Hal itu diungkapkan oleh seorang gubernur Ukraina.

"Dua orang terluka oleh ranjau saat berenang di Mykolaiv Oblast," kata Kyiv Independent di Twitter.

"Menurut Gubernur Oblast Mykolaiv Vitaliy Kim, insiden itu terjadi di Koblevo, sebuah resor di pantai Laut Hitam. Berenang dilarang di daerah itu," tambahnya seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (29/7/2022).

Belum diketahui seberapa para cedera yang dialami oleh para perenang.

Dalam sebuah postingan di Telegram, Kim menulis bahwa dua orang meledakkan sebuah ranjau di Koblevo saat berenang di dekat barikade. Postingan tersebut mencatat bahwa berenang dilarang di daerah tersebut.

Baca juga: Perbedaan Tentara Muslim Chechnya vs Tentara Muslim Tatar Krimea Ukraina yang Saling Berhadapan di Medan Perang

Newsweek telah menghubungi Kementerian Luar Negeri Ukraina untuk informasi lebih lanjut tentang insiden tersebut.

Laut Hitam adalah salah satu titik ketegangan selama perang antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir. Pada hari Sabtu, beberapa jam setelah Rusia dan Ukraina mencapai kesepakatan membuka blokade pelabuhan di Laut Hitam untuk membebaskan puluhan juta ton gandum Ukraina, Rusia menyerang pelabuhan Odessa Ukraina dengan rudal.

Setelah serangan tersebut, seorang pejabat tinggi Ukraina menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin meludah "di hadapan" PBB dan Turki yang telah membantu menengahi kesepakatan itu.

"Jika kesepakatan yang dicapai tidak dipenuhi, Rusia akan bertanggung jawab penuh untuk memperdalam krisis pangan global," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, menurut kantor berita Agence France-Presse (AFP).

Awal bulan ini, seorang pejabat tinggi pertahanan Ukraina mengatakan bahwa negaranya sedang mempertimbangkan untuk menggunakan senjata Barat untuk menargetkan armada Laut Hitam Rusia.

Baca juga: Ini Alasan Rusia Merudal Pelabuhan Odesa yang Tuai Kecaman Dunia

“Kami memiliki ancaman permanen dari armada Laut Hitam Rusia. Mengingat teknologi dan kemampuan baru yang kami terima, kami harus mengatasi ancaman ini,” kata Wakil Menteri Pertahanan Volodymyr Havrylov kepada surat kabar Inggris The Times.

"Kami siap menargetkan mereka di seluruh Laut Hitam jika kami memiliki kemampuan itu," imbuhnya.

Dalam beberapa hari terakhir, Ukraina telah menggembar-gemborkan kehebatan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) yang telah disediakan Amerika Serikat untuk Ukraina dalam perang melawan Rusia. Pekan lalu, Gedung Putih mengumumkan akan mengirim empat HIMARS tambahan ke Ukraina.

Selain menimbulkan bahaya bagi manusia, perang Rusia-Ukraina juga menimbulkan bahaya bagi lumba-lumba, yang kematiannya telah pada tingkat yang mengkhawatirkan karena kapal perang dan kapal selam Rusia telah menyebabkan polusi suara yang terbukti mematikan bagi mamalia laut itu.

The Kyiv Independent melaporkan bulan ini bahwa ribuan lumba-lumba telah mati setiap bulan sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari.

Baca juga: Ukraina Makin PeDe, Ancam Hancurkan Armada Laut Hitam Rusia dengan Senjata Barat

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Berita Terkini
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved