Jerman Akui Kirim Lebih Banyak Sistem Roket Canggih ke Ukraina

Rabu, 27 Juli 2022 - 10:31 WIB
loading...
Jerman Akui Kirim Lebih...
Sistem peluncur roket ganda Mars II buatan Jerman telah dikirim ke Ukraina. Foto/army recognition
A A A
BERLIN - Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengakui negaranya telah mengirimkan sejumlah senjata berat baru ke Ukraina.

Menurut dia, pengiriman tersebut termasuk yang pertama dari beberapa sistem roket peluncuran ganda yang dijanjikan Jerman ke Ukraina.

“Peluncur roket ganda Mars II yang dijanjikan dan tiga howitzer self-propelled (PzH) 2000 lainnya telah dikirimkan,” ungkap Lambrecht kepada wartawan.

Baca juga: Politisi Austria Desak Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Tegas Oligarki Ukraina

"Kami menepati janji kami," papar dia. Menurut media Jerman, tiga sistem Mars-II telah dikirim ke Kiev.

Mars-II adalah modifikasi Eropa dari peluncur roket ganda MLRS M270 buatan Amerika Serikat (AS), yang dikembangkan bersama oleh Jerman, Italia, dan Prancis.

Menurut perusahaan KMW Jerman, yang merupakan salah satu produsen sistem itu, Mars-II mampu menembakkan hingga 12 rudal dalam satu menit dengan jangkauan lebih dari 70 km.

Baca juga: Semangat Militer Ukraina Merosot, Persatuan Memudar

Menurut laporan media, sistem itu dapat menembakkan peluru kendali menggunakan sistem GPS atau rudal pelontar ranjau.

Selain Mars-II, pengiriman senjata baru juga mencakup tiga howitzer self-propelled PzH 2000, sehingga jumlah sistem artileri jarak jauh yang dikirim ke Ukraina menjadi sepuluh.

Lambrecht juga berbicara tentang lima senjata anti-pesawat “Gepard” self-propelled yang dipasok ke Ukraina.

Pada Senin, Menteri Pertahanan Ukraina Aleksey Reznikov mengkonfirmasi menerima tiga sistem seperti itu bersama dengan "puluhan ribu butir" amunisi yang cocok untuk mereka.

Jerman sebelumnya berjanji mengirimkan 30 tank pertahanan udara “Gepard” ke Ukraina.

Pengiriman pertama dari 15 tank diharapkan telah tiba sebelum akhir bulan ini, sementara 15 unit lainnya akan dikirimkan pada Agustus.

Pada Selasa, Berlin berjanji mengirim radar artileri tipe Cobra ke Ukraina pada September. “Kontrak telah ditandatangani,” papar Lambrecht kepada wartawan.

Dia menambahkan pasukan Ukraina akan segera memulai pelatihan mereka tentang “sistem yang sangat kompleks ini.”

Menurut media, Jerman juga akan mulai melatih tentara Ukraina tentang sistem rudal anti-pesawat Iris-T SLM “dalam beberapa hari.”

Kanselir Jerman Olaf Scholz berulang kali berjanji mengirim sistem pertahanan udara paling modern milik Jerman ke Kiev.

Pengumuman itu bahkan menimbulkan kebingungan awal tahun ini ketika Bundeswehr, Angkatan Bersenjata Jerman, mengakui bahwa mereka sendiri tidak memiliki versi darat dari sistem IRIS-T.

Menurut laporan media Jerman, Kiev akan mendapatkan sistem pertahanan udara yang dijanjikan tidak lebih awal dari November.

Menurut laporan pada Selasa, sistem baru "pukulan" akan tiba di Ukraina "di musim gugur."

Ini adalah kedua kalinya Berlin mengirim senjata berat ke Kiev. Kembali pada Juni, Jerman mentransfer tujuh howitzer PzH 2000 bersama dengan perangkat keras militer lainnya ke Ukraina.

Sebelumnya, negara itu memasok pasukan Ukraina dengan ribuan rudal anti-tank dan anti-udara portabel, puluhan ribu ranjau anti-tank, serta jutaan amunisi.

Namun, Kiev dan bahkan mantan duta besar Ukraina untuk Jerman masih berulang kali mengkritik Berlin atas apa yang mereka sebut keengganan mengirim bantuan militer ke Ukraina dan lambatnya pengiriman.

Pada Juli, Lambrecht mengakui Jerman harus mengirim senjata ke Ukraina dari persediaan tentaranya sendiri dan kapasitasnya terbatas.

Pada Selasa, dia juga mengatakan peluncur roket ganda dan howitzer berasal dari stok Bundeswehr.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
Tom Holland Akhirnya...
Tom Holland Akhirnya Buka Suara, Akui Sudah Menikah dengan Zendaya
Austria Ungguli Yordania...
Austria Ungguli Yordania 1-0 di Babak Pertama, Gol Roket Schmid Jadi Pembeda
Berita Terkini
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Infografis
Untuk Lawan Rusia, AS...
Untuk Lawan Rusia, AS Kirim 90 Rudal Patriot dari Israel ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved