Sepuluh Orang Tewas dalam Demonstrasi Anti PBB di Kongo

Rabu, 27 Juli 2022 - 01:56 WIB
loading...
A A A
Pasukan penjaga perdamaian PBB telah berada di Republik Demokratik Kongo selama lebih dari dua dekade. Monasco mengambil alih dari misi PBB sebelumnya pada tahun 2010.

Tetapi para kritikus menunjukkan bahwa pada saat itu aktivitas pemberontak belum berakhir dan orang-orang di wilayah tersebut terus hidup dalam keadaan tidak aman.

Monusco saat ini memiliki hampir 18.000 personel di negara itu, termasuk lebih dari 12.000 tentara dengan Pakistan, India dan Bangladesh sebagai negara dengan jumlah pasukan terbesar. Pasukan itu sedang bersiap untuk ditarik meskipun tidak ada tanggal yang ditetapkan.

Ada peningkatan dalam konflik di sana yang melibatkan beberapa kelompok bersenjata termasuk gerakan M23 dan Pasukan Demokrat Sekutu.

Baca juga: Helikopter Pasukan Perdamaian PBB Jatuh di Kongo, 8 Tewas

Republik Demokratik Kongo menuduh negara tetangga Rwanda mendukung M23, yang dibantah Rwanda. Tiga minggu lalu, kedua pemimpin negara menyepakati "proses de-eskalasi" di Republik Demokratik Kongo timur.

Pemerintah Republik Demokratik Kongo mengatakan telah meminta tentara dan polisi untuk memulihkan ketenangan di Goma.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
Maskapai Eropa Diminta...
Maskapai Eropa Diminta Tak Melintasi Langit Teluk, Ancaman Rudal dan Drone Mengintai
Heboh! 100 Lebih Politisi...
Heboh! 100 Lebih Politisi Demokrat di DPR AS Tolak Bantuan Militer untuk Israel
Rekomendasi
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
Hendardi Beberkan 3...
Hendardi Beberkan 3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah oleh Kejagung: Keberanian KPK Sedang Diuji
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
Berita Terkini
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
Infografis
Profil Humaira Asghar...
Profil Humaira Asghar Ali, Artis Pakistan yang Tewas di Apartemen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved