Kota di Jepang Ini Larang Orang Gunakan Ponsel Sambil Berjalan

Sabtu, 27 Juni 2020 - 15:15 WIB
loading...
Kota di Jepang Ini Larang...
Beberapa anak muda menggunakan smartphone sambil melintasi zebra cross di Distrik Shibuya, Jepang. Foto/REUTERS/File Photo
A A A
YAMATO - Yamato menjadi kota pertama di Jepang yang melarang setiap orang menggunakan smartphone (telepon pintar) sambil berjalan di tempat umum.

Aturan ini dirancang dan disahkan majelis kota setempat di Prefektur Kanagawa pada hari Kamis dan akan mulai berlaku Rabu depan.

Hanya saja, menurut laporan Kyodo News, Sabtu (27/6/2020), larangan ini tidak membawa hukuman bagi mereka yang mengabaikannya.

Otoritas kota Yamato mengatakan pihaknya berharap orang-orang akan mengingat bahwa smartphone hanya boleh digunakan ketika mereka tidak bergerak.

Di bawah undang-undang yang telah disahkan, para pejalan kaki diharapkan berhenti di tempat di mana mereka tidak menghalangi lalu lintas jika mereka ingin menggunakan telepon pintar mereka di tempat umum, seperti di jalan-jalan dan taman.

Pada bulan Januari, kota ini melakukan penelitian di dua lokasi dengan mengamati sekitar 6.000 pejalan kaki dan menemukan bahwa sekitar 12 persen dari mereka menggunakan ponsel pintarnya saat berjalan di tempat umum.

Setelah survei tersebut, rancangan undang-undang diajukan ke majelis kota pada 1 Juni dan disahkan Kamis lalu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
Konsumen Kini Utamakan...
Konsumen Kini Utamakan Garansi Bukan Cuma Spesifikasi saat Beli Ponsel
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved