Lavrov: AS-Inggris Ingin Rusia Berperang dengan Eropa

Rabu, 20 Juli 2022 - 17:16 WIB
loading...
Lavrov: AS-Inggris Ingin...
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Foto/CNN
A A A
MOSKOW - Amerika Serikat (AS) dan Inggris ingin meningkatkan konflik Rusia-Ukraina menjadi konfrontasi yang lebih besar antara Moskow dan Eropa . Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam sebuah wawancara dengan Russia Today dan Sputnik.

“Rekan-rekan AS dan Inggris kami…dengan dukungan dari Jerman, Polandia, dan negara-negara Baltik, sangat ingin menjadikan perang ini perang nyata, mengadu Rusia melawan negara-negara Eropa,” kata Lavrov, berbicara kepada Pemimpin Redaksi Russia Today Margarita Simonyan.

Menurut Lavrov, pemerintah Barat secara harfiah menahan Ukraina dari langkah konstruktif apa pun menuju penyelesaian damai.

"Mereka tidak hanya membanjiri negara (Ukraina) dengan senjata, tetapi juga memaksa Ukraina untuk menggunakannya dengan lebih berani," tambahnya seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (20/7/2022).

Baca juga: Pemimpin Chechnya Tinggal Tunggu Perintah Putin Hancurkan Negara-negara NATO

Rusia meluncurkan operasi militernya ke negara tetangganya itu pada akhir Februari. Banyak negara, termasuk anggota NATO, memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Moskow dan telah memasok senjata berat ke Kiev. Pengiriman terbaru termasuk peluncur roket ganda M142 HIMARS buatan AS dan howitzer M777.

Presiden AS Joe Biden pekan lalu mengatakan bahwa Rusia harus mengalami "kegagalan strategis" di Ukraina dan berjanji akan lebih banyak mendukung Kiev.

Lavrov mengklaim bahwa AS dan Inggris "diuntungkan" dari konflik antara Rusia dan Eropa karena ekonomi negara-negara Uni Eropa menanggung beban sanksi. Dia menambahkan bahwa AS telah bertindak “tidak bertanggung jawab” dengan memicu ketegangan dengan Rusia.

"Saya pikir mereka masih belum menyadari bahwa mereka memainkan permainan yang sangat berbahaya. Tetapi banyak orang di Eropa mulai memahami itu," ujar Lavrov.

Baca juga: Ukraina Makin PeDe, Ancam Hancurkan Armada Laut Hitam Rusia dengan Senjata Barat

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina. Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada tahun 2014.

Mantan Presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui bahwa tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

Baca juga: Rusia: Ukraina Punya Pasukan Mutan, Dibuat di Biolab Rahasia

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Jet Tempur F/A-18 Hornet...
Jet Tempur F/A-18 Hornet AS Tabrak Gunung, Picu Kebakaran Hutan
Rekomendasi
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved