Rusia Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertama

Rabu, 13 Juli 2022 - 05:34 WIB
loading...
Rusia Laporkan Kasus...
Rusia laporkan kasus pertama cacar monyet. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Kasus cacar monyet pertama telah terdeteksi di Rusia , pengawas kesehatan konsumen Rospotrebnadzor mengumumkan pada hari Selasa waktu setempat. Badan itu menambahkan bahwa penyebaran penyakit lebih lanjut berhasil dicegah karena penyelidikan epidemiologi yang tepat waktu.

Menurut Kementerian Kesehatan Rusia, kasus itu terdeteksi di St. Petersburg.

"Penyakit itu terdeteksi pada seorang pria muda yang kembali dari perjalanan ke Eropa dan dirawat di fasilitas medis dengan ruam yang khas," kata Rospotrebnadzor dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (13/7/2022).

Pernyataan itu menambahkan bahwa tidak ada ancaman bagi kehidupan pasien, karena kemudian penyakit itu berkembang dalam bentuk yang ringan.

Kemudian pada hari Selasa, pengawas itu juga mengungkapkan bahwa pasien telah kembali dari Portugal.

Baca juga: Cegah Penyebaran Monkeypox, Prancis Akan Mulai Kampanye Vaksinasi

Rospotrebnadzor menekankan, pihak berwenang mengambil tindakan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Kontak pasien telah dilacak dan sekarang di bawah pengawasan medis.

"Pria muda itu tinggal sendirian dan memiliki kontak terbatas dengan orang lain di Rusia setelah kembali dari Eropa," menurut pernyataan itu.

Pengawas mengatakan bahwa Rusia memiliki semua sarana yang diperlukan untuk mendeteksi infeksi, dan pihak berwenang sedang memantau situasi dengan cermat.

“Perhatian khusus diberikan kepada mereka yang datang dari negara-negara di mana kasus infeksi telah terdaftar, serta pasien dengan gejala penyakit eksantemik,” bunyi pernyataan itu.

Rospotrebnadzor juga mengklaim bahwa penduduk negara itu memiliki lapisan kekebalan yang signifikan yang diperlukan untuk menghentikan penyebaran cacar monyet karena vaksinasi massal terhadap cacar yang dilakukan di masa lalu.

Baca juga: Otoritas Kesehatan Afrika: Penyebaran Cacar Monyet Sudah Jadi Keadaan Darurat

Awal bulan ini, direktur regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa, Dr. Hans Kluge, menyerukan tindakan mendesak dan terkoordinasi di tengah penyebaran cepat kasus cacar monyet di seluruh dunia, terutama Eropa.

Pada 11 Juli, total 9.647 kasus telah terdeteksi di 63 negara, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS. Jumlah kasus terbesar – sebanyak 2.034 – telah terdaftar di Spanyol.

WHO mengatakan bahwa sebagian besar kasus yang dilaporkan sejauh ini telah diidentifikasi melalui kesehatan seksual atau layanan kesehatan lainnya di fasilitas perawatan kesehatan primer atau sekunder dan telah melibatkan terutama, tetapi tidak secara eksklusif, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

Virus dapat menyebar melalui kontak dekat dengan luka, cairan tubuh, droplet, serta melalui bahan yang terkontaminasi.

Gejala awal cacar monyet antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, kedinginan, dan kelelahan. Ruam sering dimulai pada wajah dan kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh, meskipun WHO mencatat bahwa pasien yang terkena wabah saat ini telah mengembangkan luka pada alat kelamin dan anus, dan bukan beberapa gejala infeksi seperti flu tradisional.

Baca juga: Ada 3.200 Kasus, WHO Belum Tetapkan Cacar Monyet Darurat Kesehatan

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
Balas Dendam, Iran Klaim...
Balas Dendam, Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain
Rekomendasi
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved