Presiden Nigeria Lolos dari Penyergapan Kelompok Bandit

Kamis, 07 Juli 2022 - 00:17 WIB
loading...
Presiden Nigeria Lolos...
Presiden Nigeria Muhammadu Buhari lolos dari pernyergapan kelompok bandit yang menyerang konvoi kepresidenan. Foto/Mynigeria
A A A
ABUJA - Terduga kelompok bandit menyerang konvoi keamanan Presiden Nigeria Muhammadu Buhari di negara bagian Katsina. Hal itu diungkapkan juru bicara kepresidenan Garba Shehu dalam sebuah pernyataan.

Shehu mengeluarkan pernyataan yang mengkonfirmasi serangan pada hari Selasa, mengatakan dua orang dalam konvoi menderita luka ringan.

Shehu mengatakan konvoi yang membawa tim penjaga keamanan serta petugas protokol dan media itu sedang dalam perjalanan ke Daura, kampung halaman Buhari, untuk mempersiapkan kunjungannya ketika serangan itu terjadi.'

“Para penyerang melepaskan tembakan ke arah konvoi dari posisi penyergapan tetapi berhasil digagalkan oleh personel militer, polisi dan DSS yang menyertai konvoi tersebut,” kata pernyataan itu.

“Dua orang dalam konvoi menerima perawatan untuk luka ringan yang mereka derita. Semua personel, staf, dan kendaraan lainnya berhasil mencapai Daura dengan selamat,” sambung pernyataan itu.

Baca juga: Pengadilan Syariah Islam Nigeria Menghukum Rajam 3 Pria karena Homoseks

"Kepresidenan menggambarkan insiden penembakan di dekat Dutsinma, Negara Bagian Katsina sebagai hal yang menyedihkan dan tidak diinginkan," tambah pernyataan itu seperti dikutip dari Al Jazeera,Kamis (7/7/2022).

Menurut Deutsche Welle, Buhari sendiri tidak ikut dalam iring-iringan itu.

Buhari dijadwalkan untuk mengunjungi Katsina selama perayaan Sallah, sebuah festival Islam, yang akan diadakan selama akhir pekan.

Sementara itu menurut pernyataan yang dikeluarkan pada hari Selasa oleh juru bicara kepolisian negara bagian, Gambo Isah, penyerang juga membunuh seorang komandan wilayah polisi dan petugas lain di bagian lain negara bagian Katsina.

“Sekitar jam 11.30, panggilan darurat diterima bahwa teroris berjumlah lebih dari 300 dengan sepeda motor, menembak secara sporadis dengan senapan AK-47 dan senapan mesin serba guna, menyergap ACP Aminu Umar, Komandan Area, Dutsinma dan tim saat (mereka) melakukan operasi pembersihan terhadap bandit/teroris bandel di hutan Zakka, Safana LGA negara bagian Katsina,” katanya.

“Komandan daerah dan seorang perwira gagah lainnya kehilangan nyawa mereka dalam baku tembak,” kata pejabat itu.

Baca juga: Delapan Tahun Diculik, Dua Gadis Chibok Dibebaskan

Selama lebih dari satu dekade, gerombolan bandit telah membuat kerusuhan di petak luas Nigeria utara. Dalam beberapa tahun terakhir, kekerasan yang disebabkan oleh kelompok telah berubah menjadi krisis penuh di negara Afrika itu karena mereka telah terlibat dalam penculikan, melukai, kekerasan seksual, dan membunuh warga di seluruh bagian utara negara itu.

Data dari Proyek Data Lokasi & Peristiwa Konflik Bersenjata menunjukkan bahwa bandit bertanggung jawab atas lebih dari 2.600 kematian warga sipil pada tahun 2021 atau lebih banyak daripada yang dikaitkan dengan kelompok pemberontak Boko Haram dan Negara Islam Provinsi Afrika Barat pada tahun yang sama dan hampir tiga kali lipat jumlah korban pada tahun 2020.

Geng kriminal baru-baru ini meningkatkan serangan mereka meskipun ada operasi militer terhadap tempat persembunyian mereka yang tersebar di hutan yang luas, melintasi negara bagian Zamfara, Katsina, Kaduna, dan Niger.

Pemerintah di Nigeria berada di bawah tekanan kuat untuk mengakhiri kekerasan kelompok bandit sebelum Buhari meninggalkan jabatannya tahun depan mengakhiri dua periode kekuasaannya.

Pada Januari 2022, pemerintah Nigeria telah menetapkan kelompok bandit sebagai “teroris.”

Baca juga: Sebanyak 35 Gadis Dijadikan Budak Seks dan Pabrik Bayi

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Skandal Umur Politisi...
Skandal Umur Politisi Mungil Ini Hebohkan Nigeria, Berusia 30 atau 16 Tahun?
Dunia Marah pada Festival...
Dunia Marah pada 'Festival Pemerkosaan' Ini: Sekelompok Pria Telanjangi Perempuan di Siang Bolong
Bukan ke Iran atau Venezuela,...
Bukan ke Iran atau Venezuela, Apa yang Memicu AS Kirim Ratusan Tentara ke Negara Ini?
Langka, Pilot Ini Selamatkan...
Langka, Pilot Ini Selamatkan 80 Penumpang dari Pesawat yang Mesinnya Meledak di Udara
Inggris Diperintahkan...
Inggris Diperintahkan Bayar Rp9,6 Triliun untuk Ganti Rugi Pembunuhan Era Kolonial
Serangan AS di Nigeria...
Serangan AS di Nigeria Salah Sasaran, Banyak Desa Tak Berafiliasi ISIS Jadi Korban
Jadwal Timnas Inggris...
Jadwal Timnas Inggris vs Kosta Rika dan Portugal vs Nigeria Live di VISION+
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved