Rebut Luhansk, Rusia Alihkan Serangan ke Donetsk
Rabu, 06 Juli 2022 - 00:08 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah mobil polisi yang penuh dengan peluru termasuk dari benda-benda yang ditinggalkan, gedung-gedung pemerintah lokal yang hangus terbakar dan kubah emas gereja Ortodoks yang rusak.
Sejak awal konflik, Rusia telah menuntut agar Ukraina menyerahkan Luhansk dan Donetsk kepada kelompok separatis yang didukung Moskow, yang telah mendeklarasikan kemerdekaan mereka.
Sementara itu penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Oleksiy Arestovych mengatakan, Rusia membutuhkan waktu 90 hari dan membayar mahal untuk dua kota berukuran sedang yang berhasil mereka rebut.
"Ini adalah kemenangan terakhir bagi Rusia di wilayah Ukraina," kata Arestovych dalam sebuah video yang diposting online.
Dia mengatakan selain pertempuran untuk Donetsk, Ukraina berharap untuk melancarkan serangan balasan di selatan negara itu. Rusia mungkin berjuang untuk mengarahkan kembali pasukannya di sana dengan 60% dari mereka sekarang terkonsentrasi di timur.
"Dan tidak ada lagi kekuatan yang bisa didatangkan dari Rusia. Mereka membayar mahal untuk Sievierodonetsk dan Lysychansk," ujarnya.
Baca juga: Rusia Ungkap Jumlah Terbaru Tentara Bayaran Asing yang Tewas di Ukraina
Sejak awal konflik, Rusia telah menuntut agar Ukraina menyerahkan Luhansk dan Donetsk kepada kelompok separatis yang didukung Moskow, yang telah mendeklarasikan kemerdekaan mereka.
Sementara itu penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Oleksiy Arestovych mengatakan, Rusia membutuhkan waktu 90 hari dan membayar mahal untuk dua kota berukuran sedang yang berhasil mereka rebut.
"Ini adalah kemenangan terakhir bagi Rusia di wilayah Ukraina," kata Arestovych dalam sebuah video yang diposting online.
Dia mengatakan selain pertempuran untuk Donetsk, Ukraina berharap untuk melancarkan serangan balasan di selatan negara itu. Rusia mungkin berjuang untuk mengarahkan kembali pasukannya di sana dengan 60% dari mereka sekarang terkonsentrasi di timur.
"Dan tidak ada lagi kekuatan yang bisa didatangkan dari Rusia. Mereka membayar mahal untuk Sievierodonetsk dan Lysychansk," ujarnya.
Baca juga: Rusia Ungkap Jumlah Terbaru Tentara Bayaran Asing yang Tewas di Ukraina
(ian)
Lihat Juga :