China Sebut NATO sebagai Tantangan Sistemik bagi Perdamaian dan Stabilitas Global
Jum'at, 01 Juli 2022 - 02:20 WIB
loading...
China Sebut NATO sebagai Tantangan Sistemik bagi Perdamaian dan Stabilitas Global. FOTO/TASS
A
A
A
BEIJING - NATO menjadi tantangan sistematis bagi perdamaian dan stabilitas global. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China , Zhao Lijian, Kamis (30/6/2022), ketika mengomentari konsep strategis baru aliansi tersebut.
"NATO sendiri merupakan tantangan sistemik bagi perdamaian dan stabilitas global," kata diplomat China itu pada konferensi pers reguler, seperti dikutip dari kantor berita TASS.
Baca: Seoul Minta China-Rusia Bujuk Korut Batalkan Uji Coba Nuklir
“Organisasi yang dipimpin Amerika Serikat, memposisikan dirinya sebagai blok defensif, telah berusaha untuk maju ke area dan domain baru,” lanjut Lijian. Dia juga mengatakan NATO memiliki darah populasi global di tangannya.
"Kami ingin menyatakan secara terbuka bahwa NATO membesar-besarkan dan menggelembungkan apa yang disebut ancaman China dan ini adalah upaya yang benar-benar sia-sia," kata Lijian.
Dia mendesak blok militer untuk segera menghentikan kritik tak berdasar dan pernyataan provokatifnya terhadap China dan menahan diri dari ideologi Perang Dingin dan konsep zero-sum game.
Baca: China: Soal Kesepakatan Nuklir, AS Harus Tanggapi Iran Secara Positif
"NATO sendiri merupakan tantangan sistemik bagi perdamaian dan stabilitas global," kata diplomat China itu pada konferensi pers reguler, seperti dikutip dari kantor berita TASS.
Baca: Seoul Minta China-Rusia Bujuk Korut Batalkan Uji Coba Nuklir
“Organisasi yang dipimpin Amerika Serikat, memposisikan dirinya sebagai blok defensif, telah berusaha untuk maju ke area dan domain baru,” lanjut Lijian. Dia juga mengatakan NATO memiliki darah populasi global di tangannya.
"Kami ingin menyatakan secara terbuka bahwa NATO membesar-besarkan dan menggelembungkan apa yang disebut ancaman China dan ini adalah upaya yang benar-benar sia-sia," kata Lijian.
Dia mendesak blok militer untuk segera menghentikan kritik tak berdasar dan pernyataan provokatifnya terhadap China dan menahan diri dari ideologi Perang Dingin dan konsep zero-sum game.
Baca: China: Soal Kesepakatan Nuklir, AS Harus Tanggapi Iran Secara Positif
Lihat Juga :