Seoul Minta China-Rusia Bujuk Korut Batalkan Uji Coba Nuklir
Selasa, 28 Juni 2022 - 05:00 WIB
loading...
Seoul Minta China-Rusia Bujuk Korut Batalkan Uji Coba Nuklir. FOTO/Reuters
A
A
A
SEOUL - Seorang pejabat tinggi Korea Selatan (Korsel) mengatakan pada Senin (27/6/2022), bahwa Korea Utara (Korut) semakin menargetkan Selatan dengan program senjata nuklirnya. Ia meminta China dan Rusia untuk membujuk Korut agar tidak melakukan uji coba nuklir.
Komentar Menteri Unifikasi Kwon Youngse muncul setelah pemimpin Korut Kim Jong-un menekankan kembali ambisi nuklirnya dalam pertemuan militer penting pekan lalu dan menyetujui tugas operasional baru yang tidak ditentukan untuk unit tentara garis depan.
Baca: Kim Jong-un Pimpin Pertemuan Militer Korut, Bakal Tes Senjata Nuklir?
Kwon, yang mengawasi hubungan Korsel dengan Korut mengatakan pada konferensi pers, bahwa Korut sedang mengeksploitasi lingkungan yang menguntungkan untuk mendorong maju dengan pengembangan senjata dan membalikkan status quo regional.
“Transisi Korut dalam pengembangan senjata dari rudal balistik jarak jauh ke rudal balistik jarak pendek, dari senjata nuklir strategis ke senjata nuklir taktis, jelas ditargetkan ke Korut,” kata Kwon, seperti dikutip dari AP.
“Tampak jelas bahwa Korut secara bersamaan mengejar kemampuan untuk menyerang Amerika Serikat dan menyerang Korsel,” lanjutnya. Kwon juga mengatakan Korut dapat melanjutkan uji coba nuklir “kapan saja.”
Sementara pemerintah Amerika Serikat telah berjanji untuk menerapkan sanksi tambahan terhadap Korut jika melakukan uji coba nuklir lagi, kemungkinan tindakan hukuman baru yang berarti masih belum jelas karena perang Rusia di Ukraina telah memperdalam perpecahan di antara anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Komentar Menteri Unifikasi Kwon Youngse muncul setelah pemimpin Korut Kim Jong-un menekankan kembali ambisi nuklirnya dalam pertemuan militer penting pekan lalu dan menyetujui tugas operasional baru yang tidak ditentukan untuk unit tentara garis depan.
Baca: Kim Jong-un Pimpin Pertemuan Militer Korut, Bakal Tes Senjata Nuklir?
Kwon, yang mengawasi hubungan Korsel dengan Korut mengatakan pada konferensi pers, bahwa Korut sedang mengeksploitasi lingkungan yang menguntungkan untuk mendorong maju dengan pengembangan senjata dan membalikkan status quo regional.
“Transisi Korut dalam pengembangan senjata dari rudal balistik jarak jauh ke rudal balistik jarak pendek, dari senjata nuklir strategis ke senjata nuklir taktis, jelas ditargetkan ke Korut,” kata Kwon, seperti dikutip dari AP.
“Tampak jelas bahwa Korut secara bersamaan mengejar kemampuan untuk menyerang Amerika Serikat dan menyerang Korsel,” lanjutnya. Kwon juga mengatakan Korut dapat melanjutkan uji coba nuklir “kapan saja.”
Sementara pemerintah Amerika Serikat telah berjanji untuk menerapkan sanksi tambahan terhadap Korut jika melakukan uji coba nuklir lagi, kemungkinan tindakan hukuman baru yang berarti masih belum jelas karena perang Rusia di Ukraina telah memperdalam perpecahan di antara anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Lihat Juga :