Jepang Ikut Terapkan Sanksi pada Rusia, Moskow Janji Akan Membalas

Selasa, 28 Juni 2022 - 04:00 WIB
loading...
Jepang Ikut Terapkan...
Ilustrasi
A A A
LONDON - Rusia berjanji pada Senin (27/6/2022) untuk menyerang Jepang dengan tindakan balasan sebagai tanggapan atas pengenaan sanksi Tokyo terhadap Moskow atas invasinya ke Ukraina .

Jepang telah bergabung dengan Barat dalam memukul Rusia dengan paket sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam empat bulan, sejak Rusia melancarkan perangnya melawan Ukraina.

Baca: Kapal Perang China dan Rusia Berkeliaran di Selatan Tokyo, Jepang Waspada

Perdana Menteri Fumio Kishida mengumumkan langkah terbaru Tokyo sebelumnya pada hari Senin, termasuk larangan impor emas Rusia, pembekuan aset baru dan larangan ekspor sejumlah individu dan perusahaan Rusia.

Duta Besar Rusia untuk Jepang mengecam langkah itu dan menyalahkan Tokyo karena menghancurkan hubungan antara kedua negara.

“Sanksi itu berpandangan sempit dan merugikan Jepang sendiri, terutama komunitas bisnis," kata Duta Besar Mikhail Galuzin dalam sebuah pernyataan yang diposting di halaman Facebook kedutaan Rusia.

"Tentu saja, peningkatan kebijakan permusuhan terhadap Rusia seperti itu akan diperhitungkan oleh kami dalam pendekatan kami di masa depan terhadap Jepang dan tidak akan dibiarkan begitu saja," tambahnya.

Baca: Menteri Pertahanan Jepang Kecam Tetangga Nuklir yang Abaikan Aturan

Rusia telah menanggapi sanksi Barat dengan serangkaian langkah balas dendam, termasuk larangan masuk bagi jurnalis, politisi dan tokoh bisnis dari Amerika Serikat, Inggris dan Kanada.

Sebelumnya, di awal bulan lalu, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan tidak dapat menerima keputusan Moskow untuk melarang dia dan 62 warga negara Jepang lainnya masuk ke Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia sebelumnya mengumumkan sanksi terhadap 63 pejabat, jurnalis, dan profesor Jepang karena terlibat dalam "retorika yang tidak dapat diterima" terhadap Moskow.

Keputusan itu diambil setelah Jepang menjatuhkan sanksi terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dan para pemimpin politik dan bisnis lainnya atas invasi ke Ukraina. Moskow menyebut tindakannya di sana sebagai "operasi militer khusus".

Baca: Balas Aksi Rusia-China, Pesawat Tempur AS-Jepang Terbang Bersama

"Invasi Rusia ke Ukraina jelas merupakan pelanggaran hukum internasional. Membunuh sejumlah besar warga sipil tak berdosa merupakan pelanggaran berat hukum humaniter internasional dan kejahatan perang," kata Kishida kepada wartawan di Roma.

"Pihak Rusia yang menggunakan senjata dan membawa situasi saat ini. Pengumuman Rusia (tentang larangan masuk) benar-benar tidak dapat diterima," katanya.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved