Kelompok Pemberontak Ethiopia Dilaporkan Bantai 200 Warga Sipil

Selasa, 21 Juni 2022 - 16:13 WIB
loading...
Kelompok Pemberontak Ethiopia Dilaporkan Bantai 200 Warga Sipil
Kelompok pemberontak Ethiopia dilaporman membantai 200 warga sipil. Foto/Ilustrasi
A A A
ADDIS ABABA - Kelompok hak asasi manusia dan pejabat lokal melaporkan setidaknya 200 warga sipil diyakini telah tewas di wilayah Oromia Ethiopia oleh kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Oromo (OLA) pada hari Sabtu. Seorang petugas polisi mengatakan sebagian besar korban berasal dari kelompok etnis Amhara.

Menurut sebuah pernyataan dari Komisi Hak Asasi Manusia Ethiopia (EHRC), serangan di kota Gimbi terkait dengan pertempuran antara pasukan pemerintah dan OLA. EHRC mengatakan kepada CNN bahwa serangan itu telah menyebabkan banyak orang terluka, desa-desa hancur, dan seluruh komunitas trauma.

Seorang petugas polisi setempat yang terlibat dalam upaya tanggapan atas insiden pada hari Sabtu mengatakan kepada CNN bahwa serangan terjadi di dekat Tole, sebuah desa di Gimbi, pada hari Sabtu, dengan mayoritas korban berasal dari kelompok etnis Amhara. Petugas polisi itu berbicara dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang untuk berbicara tentang masalah tersebut.

"Serangan itu terjadi beberapa hari setelah pertempuran sengit antara pasukan keamanan pemerintah dan OLA di daerah itu," katanya seperti dilansir dari kantor berita yang berbasis di AS itu, Selasa (21/6/2022).

Orang-orang yang selamat dan melarikan diri mengatakan kepada petugas polisi bahwa serangan itu dimulai ketika anggota OLA berusaha untuk menyeberang melalui desa tetapi ditolak oleh penduduk setempat dan beberapa warga sipil bersenjata.

Baca juga: Ethiopia Didesak Bebaskan Semua Wartawan yang Ditahan

Seorang penduduk Tole, yang hanya berbicara dengan syarat anonim karena takut akan aksi balasan, mengatakan dia melihat milisi OLA berjalan di jalan utama pada Sabtu pagi sebelum bubar menuju desa-desa tetangga. Ia menambahkan bahwa pasukan pemerintah, yang terlihat di Tole awal pekan ini, telah meninggalkan daerah itu beberapa hari sebelum serangan.

Petugas polisi mengatakan responden dikirim ke tempat kejadian pada hari Minggu untuk mengambil dan mengubur mayat.

Pasukan federal sekarang telah mengamankan daerah itu, tambahnya, tetapi penduduk masih meminta bantuan segera karena masalah keamanan di daerah itu, kata EHRC.

Pemerintah daerah Oromia juga menuduh OLA menyerang warga sipil setelah “tidak mampu melawan serangan dari pasukan keamanan,” dan telah berjanji untuk mengintensifkan serangan terhadap kelompok tersebut, menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Minggu.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1241 seconds (10.101#12.26)