Bashar al-Assad Tumbang, Freemason Ingin Bangkit Lagi di Suriah
loading...

Organisasi Freemasonry atau Freemason ingin bangkit lagi di Suriah setelah 50 tahun dilarang di negara tersebut. Rencana ini muncul setelah rezim Bashar al-Assad tumbang. Foto/ucl.ac.uk
A
A
A
DAMASKUS - Freemasonry atau Freemason ingin bangkit kembali di Suriah setelah dilarang selama lebih dari 50 tahun. Rencana itu muncul setelah rezim Presiden Bashar al-Assad digulingkan kelompok pemberontak.
Kepresidenan Dewan Tertinggi Grand Syrian Orient Lodges, badan pengurus Freemasonry di Suriah, telah mengumumkan rencana organisasi tersebut untuk kembali bangkit di Suriah.
Menurut kelompok tersebut, runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad telah menciptakan peluang untuk kebangkitan Freemasonry.
Assad digulingkan pada Desember 2024 setelah pasukannya kehilangan kendali atas banyak wilayah ketika gagal membendung serangan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan kelompok oposisi lainnya.
Otoritas baru, terutama faksi-faksi Islamis, telah menjanjikan reformasi pemerintahan, meskipun ketidakpastian politik tetap ada.
"Selama lima dekade terakhir, kelompok Freemason secara resmi absen dari arena Suriah karena kondisi keamanan dan politik yang diberlakukan oleh rezim otoriter," kata kepresidenan kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Russia Today, Kamis (23/1/2025).
Pernyataan itu menuduh pemerintah Suriah sebelumnya menekan setiap organisasi atau tren intelektual atau budaya yang mungkin mengancam kendali amannya atas Suriah dan rakyatnya.
Organisasi itu menggambarkan rencana kembalinya mereka sebagai bagian dari rekonstruksi Suriah, dengan menyatakan: "Matahari kebebasan bersinar di tanah air dan forum kita sekali lagi, mengumumkan dimulainya era baru yang memungkinkan rakyat Suriah mendapatkan kembali kebebasan sipil dan intelektual mereka."
Organisasi itu juga menjauhkan diri dari politik, dengan menekankan: "Kami meyakinkan rakyat Suriah dan para pemimpin Suriah bahwa kami bukanlah organisasi politik dan tidak berusaha mencampuri urusan politik atau berpartisipasi dalam pekerjaan politik, serikat pekerja, atau partai."
Kepresidenan Dewan Tertinggi Grand Syrian Orient Lodges, badan pengurus Freemasonry di Suriah, telah mengumumkan rencana organisasi tersebut untuk kembali bangkit di Suriah.
Menurut kelompok tersebut, runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad telah menciptakan peluang untuk kebangkitan Freemasonry.
Assad digulingkan pada Desember 2024 setelah pasukannya kehilangan kendali atas banyak wilayah ketika gagal membendung serangan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan kelompok oposisi lainnya.
Otoritas baru, terutama faksi-faksi Islamis, telah menjanjikan reformasi pemerintahan, meskipun ketidakpastian politik tetap ada.
"Selama lima dekade terakhir, kelompok Freemason secara resmi absen dari arena Suriah karena kondisi keamanan dan politik yang diberlakukan oleh rezim otoriter," kata kepresidenan kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Russia Today, Kamis (23/1/2025).
Pernyataan itu menuduh pemerintah Suriah sebelumnya menekan setiap organisasi atau tren intelektual atau budaya yang mungkin mengancam kendali amannya atas Suriah dan rakyatnya.
Organisasi itu menggambarkan rencana kembalinya mereka sebagai bagian dari rekonstruksi Suriah, dengan menyatakan: "Matahari kebebasan bersinar di tanah air dan forum kita sekali lagi, mengumumkan dimulainya era baru yang memungkinkan rakyat Suriah mendapatkan kembali kebebasan sipil dan intelektual mereka."
Organisasi itu juga menjauhkan diri dari politik, dengan menekankan: "Kami meyakinkan rakyat Suriah dan para pemimpin Suriah bahwa kami bukanlah organisasi politik dan tidak berusaha mencampuri urusan politik atau berpartisipasi dalam pekerjaan politik, serikat pekerja, atau partai."
Lihat Juga :