Para Pemimpin Uni Eropa Ramai-ramai Sambangi Kiev, Ini Respons Kremlin
Kamis, 16 Juni 2022 - 23:25 WIB
loading...
A
A
A
“Menurut informasi saya, Macron, Scholz, dan Draghi memberi kami status pencalonan Uni Eropa dan permintaan untuk kembali ke proses negosiasi dengan Putin,” ujarnya.
Sedangkan kepala kantor kepresidenan Ukraina, Andrey Ermak, mengatakan bahwa ketahanan pangan, senjata, dan dukungan untuk Ukraina akan menjadi salah satu masalah yang diharapkan akan dibahas oleh Zelensky dengan keempat pemimpin tersebut.
Keempat pemimpin itu tiba di Kiev pada Kamis pagi setelah perjalanan panjang yang dilaporkan membawa mereka sepanjang malam. Ini adalah kunjungan pertama mereka masing-masing sejak dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina.
Baca juga: Macron, Kanselir Jerman, PM Italia, dan Presiden Rumania Tiba di Kiev Naik Kereta
Rusia menyerang Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Kiev untuk menerapkan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan berujung pada pengakuan Moskow atas republik Donbass, Donetsk dan Lugansk.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan telah membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.
Sedangkan kepala kantor kepresidenan Ukraina, Andrey Ermak, mengatakan bahwa ketahanan pangan, senjata, dan dukungan untuk Ukraina akan menjadi salah satu masalah yang diharapkan akan dibahas oleh Zelensky dengan keempat pemimpin tersebut.
Keempat pemimpin itu tiba di Kiev pada Kamis pagi setelah perjalanan panjang yang dilaporkan membawa mereka sepanjang malam. Ini adalah kunjungan pertama mereka masing-masing sejak dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina.
Baca juga: Macron, Kanselir Jerman, PM Italia, dan Presiden Rumania Tiba di Kiev Naik Kereta
Rusia menyerang Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Kiev untuk menerapkan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan berujung pada pengakuan Moskow atas republik Donbass, Donetsk dan Lugansk.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan telah membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.
(ian)
Lihat Juga :