Ukraina Berharap Dapatkan Kapal Selam dari Jerman

Minggu, 05 Juni 2022 - 10:42 WIB
loading...
Ukraina Berharap Dapatkan...
Ukraina berharap bisa mendapatkan kapal selam dari Jerman dalam menghadapi invasi Rusia. Foto/Ilustrasi
A A A
BERLIN - Ketua Parlemen Ukraina , Ruslan Stefanchuk mengatakan, Jerman mungkin akan menyediakan kapal selam bagi Kiev. Hal itu dikatakannya saat berkunjung ke Jerman di tengah operasi militer Rusia yang sedang berlangsung di negaranya.

Berbicara menjelang pertemuan dengan Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht pada hari Jumat lalu, kepala parlemen Ukraina itu mengatakan pasokan peralatan paling modern ke Ukraina dan pengambilan keputusan yang cepat tentang masalah ini akan membawa "kemenangan bersama" atas Rusia lebih dekat.

Stefanchuk menyatakan harapan bahwa sistem rudal permukaan-ke-udara IRIS-T akan segera dikirim ke Ukraina.

Baca juga: Zonk! Tentara Jerman Tidak Punya Senjata yang Dijanjikan untuk Ukraina

“Saya tidak menutup kemungkinan menerima kapal selam dari Jerman, karena kami siap menjadi perbatasan pertahanan timur untuk seluruh Eropa,” tambahnya seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (5/6/2022).

Pada gilirannya, Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht menyatakan bahwa negaranya akan terus melakukan segalanya untuk mendukung Ukraina, tidak hanya saat ini, tetapi juga dalam jangka panjang.

Kemudian, menyimpulkan hasil kunjungannya ke Jerman dalam sebuah wawancara dengan Welt TV, Stefanchuk menegaskan bahwa Kiev membutuhkan senjata modern “yang pertama dan terutama.”

“Kita juga bisa berperang dengan senjata lama dari stok lama, tapi senjata baru lebih efektif,” katanya.

Dia menambahkan bahwa Ukraina mengharapkan Jerman untuk menyediakannya kendaraan lapis baja Marder dan tank Leopard, yang digambarkan oleh Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba bulan lalu sebagai “impian” Kiev.

Baca juga: Jerman akan Kirim Salah Satu Senjata Paling Canggih ke Ukraina

Serangan militer Rusia di Ukraina mendorong Jerman untuk membatalkan kebijakan yang telah lama dipegangnya terhadap pengiriman senjata ke zona konflik aktif, dan kemudian membatalkan pendiriannya untuk tidak memberikan senjata mematikan kepada Kiev.

Moskow telah berulang kali memperingatkan Barat agar tidak "memompa" Ukraina dengan senjata, dengan alasan bahwa itu hanya akan memperpanjang konflik dan menciptakan masalah jangka panjang. Rusia juga telah menjelaskan bahwa mereka menganggap setiap senjata asing di Ukraina sebagai target yang sah.

Rusia menyerang negara tetangga itu pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan akhirnya berujung pada pengakuan Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.

Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan bahwa serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan telah membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.

Baca juga: Terus Pasok Senjata, Putin Peringatkan Macron dan Scholz

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Terungkap! Pemimpin...
Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Profil Luca Zidane,...
Profil Luca Zidane, Kiper Aljazair Putra Zinedine Zidane yang Kebobolan Hattrick Messi
Berita Terkini
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved