Ukraina Tuding Rusia Mainkan Hunger Games, Krisis Pangan Mengancam Dunia
Jum'at, 03 Juni 2022 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan salah besar bila negaranya disalahkan atas kerawanan pangan global yang menurutnya telah terjadi selama bertahun-tahun.
Alih-alih mengubah kebijakan yang membawa bayangan kematian kepada banyak orang di dunia tersebut, Nebenzia malah menyalahkan Kiev.
Dia mengatakan pasukan Ukraina justru yang telah menempatkan ranjau di sepanjang pantai Laut Hitam.
Sebagaimana atasannya, Menlu Rusia Lavrov, Nebenzia juga mengatakan sanksi Barat memiliki efek negatif pada ekspor makanan dan pupuk Rusia.
Sebagaimana diberitakan banyak media massa arus utama dunia, meski pasukannya telah meninggalkan sebagian wilayah Ukraina, Rusia masih memblokade pelabuhan-pelabuhan dagang Ukraina yang membatasi negara itu untuk melakukan ekspor.
Sementara secara tradisional, bersama Rusia, Ukraina adalah pemasok sekitar 30% gandum dunia.
Untuk ekspor bahan pangan yang mereka produksi, Ukraina saat ini hanya memiliki tiga terminal pelabuhan ekspor, yakni Pelabuhan Izmail dengan ekspor 1,5 juta ton per tahun, Pelabuhan Reni (4 juta ton per tahun) dan Kiliya (0,4 juta ton per tahun).
Namun, kapasitas ketiga ini sangat terbatas dibandingkan dengan pelabuhan besar Odesa dan Mykolaiv.
Dalam kondisi darurat, bersama dengan mitra dagang Eropa dan Uni Eropa, Ukraina telah membentuk dua jalur darat alternatif untuk mengekspor makanannya, yang disebut “Jalur Solidaritas” melalui Rumania ke Laut Hitam, dan melalui Polandia dan Negara Baltik ke Laut Baltik.
Meski cukup membantu, kedua jalur itu memiliki banyak hambatan, selain efeknya yang sangat terbatas karena volume pangan yang diblokade terlalu besar.
Alih-alih mengubah kebijakan yang membawa bayangan kematian kepada banyak orang di dunia tersebut, Nebenzia malah menyalahkan Kiev.
Dia mengatakan pasukan Ukraina justru yang telah menempatkan ranjau di sepanjang pantai Laut Hitam.
Sebagaimana atasannya, Menlu Rusia Lavrov, Nebenzia juga mengatakan sanksi Barat memiliki efek negatif pada ekspor makanan dan pupuk Rusia.
Sebagaimana diberitakan banyak media massa arus utama dunia, meski pasukannya telah meninggalkan sebagian wilayah Ukraina, Rusia masih memblokade pelabuhan-pelabuhan dagang Ukraina yang membatasi negara itu untuk melakukan ekspor.
Sementara secara tradisional, bersama Rusia, Ukraina adalah pemasok sekitar 30% gandum dunia.
Untuk ekspor bahan pangan yang mereka produksi, Ukraina saat ini hanya memiliki tiga terminal pelabuhan ekspor, yakni Pelabuhan Izmail dengan ekspor 1,5 juta ton per tahun, Pelabuhan Reni (4 juta ton per tahun) dan Kiliya (0,4 juta ton per tahun).
Namun, kapasitas ketiga ini sangat terbatas dibandingkan dengan pelabuhan besar Odesa dan Mykolaiv.
Dalam kondisi darurat, bersama dengan mitra dagang Eropa dan Uni Eropa, Ukraina telah membentuk dua jalur darat alternatif untuk mengekspor makanannya, yang disebut “Jalur Solidaritas” melalui Rumania ke Laut Hitam, dan melalui Polandia dan Negara Baltik ke Laut Baltik.
Meski cukup membantu, kedua jalur itu memiliki banyak hambatan, selain efeknya yang sangat terbatas karena volume pangan yang diblokade terlalu besar.
(sya)
Lihat Juga :