3 Diktator Rusia Paling Kejam Sepanjang Sejarah, Jutaan Nyawa Jadi Korban
Selasa, 31 Mei 2022 - 13:24 WIB
loading...
A
A
A
Dari politisi, pendeta, bangsawan, hingga kaum borjuis menjadi sasaran. Lenin memiliki mekanisme disipilin yang keras. Setiap pekerja yang tidak bekerja cukup keras bisa ditembak oleh Cheka.
Tak lama berselang, kekerasan ini berujung pada munculnya perang saudara. Meskipun angkanya tidak diketahui secara pasti, namun kepemimpinan Lenin telah menyebabkan jumlah korban tewas sekitar 3 juta orang.
3. Tsar Nicholas II
Tsar Nicholas II merupakan Kaisar Rusia terakhir. Dia memerintah sejak tahun 1894 sampai pengunduran dirinya pada 2 Maret 1917. Dalam sepak terjangnya, dia dikenal sebagai pemimpin kejam yang tak segan-segan menggunakan kekerasan terhadap lawan-lawannya.
Dikutip dari Tyrants and Dictators, sebagian musuhnya menjuluki Tsar Nicholas II sebagai Bloody Nicholas. Julukan ini disematkan karena dia bertanggung jawab atas serangkaian peristiwa berdarah selama memimpin. Sebut saja seperti Tragedi Khodynka, Kekerasan Revolusi 1905, hingga eksekusi terhadap lawan politiknya.
Jatuhnya takhta Tsar Nicholas II berawal dari kalahnya Rusia dalam perang melawan Jepang. Selain itu, dia juga bertanggung jawab terhadap keputusan mobilisasi Rusia tahun 1914 yang menandai keterlibatan negara ini pada Perang Dunia I. Diketahui, perang ini membuat sekitar 3,3 juta orang Rusia terbunuh.
Tak lama berselang, kekerasan ini berujung pada munculnya perang saudara. Meskipun angkanya tidak diketahui secara pasti, namun kepemimpinan Lenin telah menyebabkan jumlah korban tewas sekitar 3 juta orang.
3. Tsar Nicholas II
Tsar Nicholas II merupakan Kaisar Rusia terakhir. Dia memerintah sejak tahun 1894 sampai pengunduran dirinya pada 2 Maret 1917. Dalam sepak terjangnya, dia dikenal sebagai pemimpin kejam yang tak segan-segan menggunakan kekerasan terhadap lawan-lawannya.
Dikutip dari Tyrants and Dictators, sebagian musuhnya menjuluki Tsar Nicholas II sebagai Bloody Nicholas. Julukan ini disematkan karena dia bertanggung jawab atas serangkaian peristiwa berdarah selama memimpin. Sebut saja seperti Tragedi Khodynka, Kekerasan Revolusi 1905, hingga eksekusi terhadap lawan politiknya.
Jatuhnya takhta Tsar Nicholas II berawal dari kalahnya Rusia dalam perang melawan Jepang. Selain itu, dia juga bertanggung jawab terhadap keputusan mobilisasi Rusia tahun 1914 yang menandai keterlibatan negara ini pada Perang Dunia I. Diketahui, perang ini membuat sekitar 3,3 juta orang Rusia terbunuh.
(min)
Lihat Juga :