Putin akan Bicara dengan Erdogan, Dorong Negosiasi dengan Ukraina

Senin, 30 Mei 2022 - 19:27 WIB
loading...
Putin akan Bicara dengan...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) bertemu di Sochi, Rusia, 17 September 2018. Foto/AA
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengadakan pembicaraan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (30/5/2022).

Rencana itu diungkapkan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Ditanya oleh media Rusia pada Minggu, apakah diskusi yang dikabarkan akan terjadi, pejabat itu mengatakan, “Percakapan itu dalam rencana."

Sebelumnya pada hari itu, presiden Turki telah mengumumkan pembicaraan dengan Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Moskow dan Kiev.

Baca juga: Lukisan Mona Lisa Diserang! Pelaku Pria Menyamar Wanita Jompo dengan Kursi Roda

“Saya akan melakukan percakapan telepon dengan Rusia dan Ukraina pada Senin. Kami akan terus mendorong kedua pihak menjaga saluran dialog dan diplomasi,” ujar Erdogan.

Baca juga: Waspada, Krisis Pangan Global Meluas dari Gandum hingga Gula

Turki telah mengambil sikap netral dalam konflik yang pecah pada akhir Februari.

Baca juga: Negara yang Memiliki Pesawat Pengebom, Nomor 3 dan 4 di Asia

Ankara telah mempertahankan hubungan dengan Ukraina dan Rusia, menolak bergabung dengan sanksi Barat terhadap Moskow dan berusaha mengambil peran sebagai mediator dalam konflik tersebut.

Pada akhir Maret, Turki menjadi tuan rumah pembicaraan tingkat tinggi Rusia-Ukraina. Sementara kedua belah pihak mengisyaratkan kemajuan tertentu telah dibuat setelah pertemuan itu, pembicaraan itu pada akhirnya gagal menghasilkan hasil apa pun.

Permusuhan terus berlanjut dan proses negosiasi secara efektif terhenti, dengan Kiev dan Moskow saling menyalahkan atas kurangnya kemajuan menuju kesepakatan perdamaian potensial.

Rusia menyerang negara tetangganya menyusul kegagalan Ukraina menerapkan ketentuan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass, Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.

Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Iran Nyatakan Selat...
Iran Nyatakan Selat Hormuz Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Syarat Teheran
Iran Tolak Negosiasi...
Iran Tolak Negosiasi dengan AS saat Ini, Fokus Perang
Rekomendasi
Putusan Praperadilan...
Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid II Dibacakan 20 Juli
Ungkap Banyak Kejanggalan,...
Ungkap Banyak Kejanggalan, Munarman Minta KY dan MA Awasi Sidang Banding MNC Asia Vs CMNP
Era Coretax Didorong...
Era Coretax Didorong Jadi Momentum Reformasi Pemotongan Pajak Penghasilan
Berita Terkini
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved