Begini COVID-19 Bunuh Manusia dengan Serang Otak hingga Jari Kaki
Sabtu, 25 April 2020 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Pasien pengidap COVID-19 menunjukkan tanda-tanda klasik yang dilihat dokter pada orang yang baru saja mengalami serangan jantung.
Lusinan studi kasus awal menunjukkan bukti pasien dengan pembengkakan jantung dan jaringan parut, dan ventrikel yang melemah hanya dari coronavirus.
ScienceMag mengutip makalah di Journal of American Medical Association's JAMA Cardiology yang mendokumentasikan kerusakan jantung pada hampir 20 persen pasien dari 416 yang dirawat di rumah sakit untuk pasien COVID-19 di Wuhan, China.
Darah juga terpengaruh, di mana sepertiga pasien di Belanda menderita pembekuan darah dan emboli paru, atau pembekuan paru yang berpotensi fatal.
Lebih jauh lagi, coronavirus menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau ischaemia di jari tangan dan kaki, yang berarti berkurangnya aliran darah yang menyebabkan pembengkakan, rasa sakit dan kemungkinan kematian jaringan.
“Jika COVID-19 menargetkan pembuluh darah, itu juga dapat membantu menjelaskan mengapa pasien dengan kerusakan yang sudah ada pada pembuluh darah tersebut dari diabetes hingga tekanan darah tinggi menghadapi risiko penyakit serius yang lebih tinggi," tulis ScienceMag.
Ginjal
Sebuah studi di Wuhan menunjukkan hampir sepertiga dari pasien yang diperiksa mengalami gagal ginjal dan 59 persen dari sekitar 200 pasien COVID-19 yang serius kemungkinan menderita kerusakan ginjal.
Sebuah penelitian di China menemukan orang dengan cedera ginjal akut (AKI) yang sudah ada sebelumnya, lebih dari lima kali berpotensi meninggal.
Usus
Gejala yang mengkhawatirkan dari beberapa pasien coronavirus adalah gangguan pencernaan.
Fasilitator virus, reseptor ACE2 “berlimpah” di usus dan laporan tersebut mengutip “bukti yang berkembang” bahwa coronavirus juga dapat menginfeksi saluran pencernaan bagian bawah.
Brennan Spiegel dari Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles mengatakan sekitar 20 persen pasien menderita diare, meskipun banyak orang yang mengalami gejala ini tidak akan dites COVID-19.
"Tetapi, usus bukanlah akhir dari perjalanan penyakit melalui tubuh," katanya.
Medan Perang Tubuh Lainnya
Sepertiga pasien coronavirus yang dirawat di rumah sakit mengalami konjungtivitis, atau mata merah jambu yang berair. Lebih dari setengah pasien COVID-19 di dua rumah sakit China menderita kerusakan hati.
Lusinan studi kasus awal menunjukkan bukti pasien dengan pembengkakan jantung dan jaringan parut, dan ventrikel yang melemah hanya dari coronavirus.
ScienceMag mengutip makalah di Journal of American Medical Association's JAMA Cardiology yang mendokumentasikan kerusakan jantung pada hampir 20 persen pasien dari 416 yang dirawat di rumah sakit untuk pasien COVID-19 di Wuhan, China.
Darah juga terpengaruh, di mana sepertiga pasien di Belanda menderita pembekuan darah dan emboli paru, atau pembekuan paru yang berpotensi fatal.
Lebih jauh lagi, coronavirus menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau ischaemia di jari tangan dan kaki, yang berarti berkurangnya aliran darah yang menyebabkan pembengkakan, rasa sakit dan kemungkinan kematian jaringan.
“Jika COVID-19 menargetkan pembuluh darah, itu juga dapat membantu menjelaskan mengapa pasien dengan kerusakan yang sudah ada pada pembuluh darah tersebut dari diabetes hingga tekanan darah tinggi menghadapi risiko penyakit serius yang lebih tinggi," tulis ScienceMag.
Ginjal
Sebuah studi di Wuhan menunjukkan hampir sepertiga dari pasien yang diperiksa mengalami gagal ginjal dan 59 persen dari sekitar 200 pasien COVID-19 yang serius kemungkinan menderita kerusakan ginjal.
Sebuah penelitian di China menemukan orang dengan cedera ginjal akut (AKI) yang sudah ada sebelumnya, lebih dari lima kali berpotensi meninggal.
Usus
Gejala yang mengkhawatirkan dari beberapa pasien coronavirus adalah gangguan pencernaan.
Fasilitator virus, reseptor ACE2 “berlimpah” di usus dan laporan tersebut mengutip “bukti yang berkembang” bahwa coronavirus juga dapat menginfeksi saluran pencernaan bagian bawah.
Brennan Spiegel dari Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles mengatakan sekitar 20 persen pasien menderita diare, meskipun banyak orang yang mengalami gejala ini tidak akan dites COVID-19.
"Tetapi, usus bukanlah akhir dari perjalanan penyakit melalui tubuh," katanya.
Medan Perang Tubuh Lainnya
Sepertiga pasien coronavirus yang dirawat di rumah sakit mengalami konjungtivitis, atau mata merah jambu yang berair. Lebih dari setengah pasien COVID-19 di dua rumah sakit China menderita kerusakan hati.
(min)
Lihat Juga :