Begini COVID-19 Bunuh Manusia dengan Serang Otak hingga Jari Kaki

Sabtu, 25 April 2020 - 14:41 WIB
loading...
A A A
Pada orang yang sehat, oksigen yang dihirup dari udara berpindah ke aliran darah melalui kantong udara ini ke dalam pembuluh darah kecil yang dikenal sebagai kapiler.

Pada orang yang terinfeksi, pertempuran antara sistem kekebalan dan virus yang menyerang mengganggu proses normal ini, sama dengan apa yang terjadi ketika seseorang menderita pneumonia.

Saat sel darah putih seseorang melawan penyerang, ada sisa sel mati yang tersisa, meninggalkan semur cairan dan sel mati atau nanah. Ini menyebabkan gejala batuk, demam, dan pernapasan cepat yang dangkal.

Sebagian besar pasien COVID-19 sembuh, meskipun dengan laju yang bervariasi, tanpa banyak intervensi. Yang lain memburuk dan mengembangkan sindrom gangguan pernapasan akut, dan ketika kadar oksigen dalam darah mereka menurun, maka mereka berjuang lebih keras untuk bernafas, daan mereka berakhir dengan ventilator.

Ketika para korban meninggal, post mortem telah menunjukkan alveoli mereka diisi dengan cairan, sel darah putih, lendir, dan detritus sel paru yang hancur.

Tetapi para dokter di garis depan yang merawat pasien COVID-19 dan para ilmuwan yang mempelajarinya sekarang sedang memeriksa bagaimana penyakit itu menyerang tubuh pasien dan mengapa atau bagaimana itu memengaruhi organ-organ yang berbeda.

Ketika pasien COVID-19 berubah menjadi lebih buruk dan pembuluh darah bocor, tekanan darah turun, membentuk gumpalan, dan kegagalan organ katastropik terjadi dengan—yang mereka duga—sebagai sesuatu yang disebut "badai sitokin".

Badai sitokin adalah reaksi berlebihan yang merusak sistem kekebalan tubuh, ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat, dan itu dapat dimulai di otak.

Sistem Otak dan Nervous

Beberapa pasien COVID-19 mengalami stroke, kejang, kebingungan, dan peradangan otak (ensefalitis) dan ini merupakan perkiraan konservatif bahwa virus tersebut memengaruhi otak dan sistem saraf yang terdiri dari lima hingga 10 persen orang.

Dokter perawat pasien COVID-19 melihat pasien dengan ensefalitis, dan dengan gejala seperti kejang lebih sering terlihat ketika seseorang menderita cedera otak.

Gejala-gejala lain ketika coronavirus menyerang area-area ini adalah hilangnya indera penciuman dan rasa, kehilangan kesadaran dan terserang stroke.

Dokter perawatan intensif fasilitas rumah sakit John Hopkins di Amerika Serikat, Robert Stevens mengatakan penting untuk virus yang menyerang, reseptor ACE2—yang melekat padanya—ada di korteks saraf dan batang otak.

Leluhur coronavirus, SARS, ditemukan pada epidemi tahun 2003 untuk menginfiltrasi neuron dan menyebabkan ensefalitis.

Seorang pasien COVID-19 di Jepang yang mengembangkan ensefalitis ditemukan memiliki jejak terpapar virus dalam cairan serebrospinal mereka.

Temuan lain mengatakan "badai sitokin" dapat menyebabkan pembengkakan otak, dan kecenderungan penggumpalan darah yang berlebihan dapat memicu stroke.

Jantung dan Darah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
AS Akui Rudal Iran Makin...
AS Akui Rudal Iran Makin Canggih, Gagal Dicegat Sistem Pertahanan
Rekomendasi
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Berita Terkini
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Infografis
4 Alasan Seseorang Hingga...
4 Alasan Seseorang Hingga Saat Ini Belum Terinfeksi Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved