China dan India Sama-sama Tak Takut Perang, Konflik Makin Memanas

Senin, 22 Juni 2020 - 14:26 WIB
loading...
A A A
"Apakah mereka akan menggunakan senjata nuklir untuk sengketa perbatasan? Bukan karena mereka ingin, tetapi karena itu mungkin meningkat atau tidak sengaja pindah ke area itu."

Beijing mengatakan Lembah Galwan—yang tertinggi di wilayah perbatasan Himalaya di mana pasukan Cina dan India terlibat dalam perkelahian mematikan minggu lalu—sepenuhnya jatuh di China. Ini adalah klaim terbaru yang berani untuk wilayah sengketa tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa Lembah Galwan terletak di sisi China dari Garis Kontrol Aktual di bagian barat perbatasan China-India.

Dia menyalahkan serangan oleh pasukan India di daerah itu dari awal Mei untuk bentrokan tengah malam pada hari Senin yang menewaskan 20 tentara India. China belum mengatakan apakah mereka menderita korban jiwa.

Bentrok pasukan kedua negara itu melibatkan pentungan, batu, dan baku tinju di wilayah dengan ketinggian 4.270 meter (14.000 kaki) di atas permukaan laut, tetapi tidak ada tembakan senjata api.

Para pejabat keamanan India mengatakan kematian para tentaranya disebabkan oleh cedera parah dan paparan suhu dingin.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Anurag Srivastava mengulangi penegasannya pada hari Sabtu bahwa klaim China terhadap Lembah Galwan dilebih-lebihkan dan tidak dapat dipertahankan.

"Mereka tidak sesuai dengan posisi China sendiri di masa lalu. Pasukan India sepenuhnya akrab dengan penyelarasan LAC di semua sektor di wilayah perbatasan India-China, termasuk di Lembah Galwan. Mereka mematuhinya dengan cermat di sini, seperti yang mereka lakukan di tempat lain," kata Srivastava dalam sebuah pernyataan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Ganas! Iran Gempur Markas...
Ganas! Iran Gempur Markas Komando AS di Suriah, Klaim Bunuh Tentara dan Hancurkan Heli
Rekomendasi
Peserta Penmaba Jalur...
Peserta Penmaba Jalur Disabilitas UNJ 2026 Meningkat, Ini Jurusan Favoritnya
389 Personel Polisi...
389 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Konser Akbar Monas 2026
Pakar Hukum: Penetapan...
Pakar Hukum: Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa Asal Ada 2 Alat Bukti
Berita Terkini
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved