Mohammed bin Salman dan Para Pangeran Saudi Bersatu, Isyarat Suksesi Bakal Mulus
Sabtu, 21 Mei 2022 - 08:57 WIB
loading...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Dia menunjukkan persatuan dengan para pangeran Arab Saudi dalam kunjungan ke Uni Emirat Arab. Foto/Bandar Saudi Press Agency/Handout via REUTERS
A
A
A
RIYADH - Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) dan para pangeran lainnya dari Arab Saudi menunjukkan persatuan selama berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA). Sumber di Saudi mengatakan itu menandakan bahwa suksesi kepemimpinan kerajaan akan berjalan mulus.
Salah satu bangsawan yang bergabung dengan delegasi Putra Mahkota MBS ke UEA minggu ini adalah Pangeran Abdulaziz bin Ahmed, putra tertua Pangeran Ahmed bin Abdulaziz—saudara lelaki Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud yang ditahan—dan tidak memiliki jabatan resmi.
Bergabungnya Pangeran Abdulaziz bin Ahmed dalam delegasi itu menjadi kejutan karena dipandang sebagai dukungan untuk MBS.
Pangeran MBS telah menunda berangkat ke UEA sampai ayahnya; Raja Salman (86) meninggalkan rumah sakit setelah dirawat selama seminggu yang memfokuskan kembali perhatian pengamat dan analis Saudi pada masalah suksesi.
Baca juga: Pandangan Mohammed bin Salman soal Islam, Nabi Muhammad dan Kerajaan Arab Saudi
"Memiliki putra Pangeran Ahmed duduk di sebelahnya di Abu Dhabi adalah pesan kuat untuk opini publik lokal dan internasional, terutama dengan suksesi yang menjulang," kata salah satu sumber Saudi yang akrab dengan pekerjaan keluarga kerajaan, yang menolak disebutkan namanya karena sensitivitas masalah tersebut, seperti dikutip Reuters, Sabtu (21/5/2022).
Secara lebih luas, delegasi mewakili keseimbangan yang hati-hati oleh MBS tokoh-tokoh dari berbagai cabang keluarga. Demikian disampaikan Kristian Coates Ulrichsen, seorang ilmuwan politik di Rice University's Baker Institute di Amerika Serikat.
Salah satu bangsawan yang bergabung dengan delegasi Putra Mahkota MBS ke UEA minggu ini adalah Pangeran Abdulaziz bin Ahmed, putra tertua Pangeran Ahmed bin Abdulaziz—saudara lelaki Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud yang ditahan—dan tidak memiliki jabatan resmi.
Bergabungnya Pangeran Abdulaziz bin Ahmed dalam delegasi itu menjadi kejutan karena dipandang sebagai dukungan untuk MBS.
Pangeran MBS telah menunda berangkat ke UEA sampai ayahnya; Raja Salman (86) meninggalkan rumah sakit setelah dirawat selama seminggu yang memfokuskan kembali perhatian pengamat dan analis Saudi pada masalah suksesi.
Baca juga: Pandangan Mohammed bin Salman soal Islam, Nabi Muhammad dan Kerajaan Arab Saudi
"Memiliki putra Pangeran Ahmed duduk di sebelahnya di Abu Dhabi adalah pesan kuat untuk opini publik lokal dan internasional, terutama dengan suksesi yang menjulang," kata salah satu sumber Saudi yang akrab dengan pekerjaan keluarga kerajaan, yang menolak disebutkan namanya karena sensitivitas masalah tersebut, seperti dikutip Reuters, Sabtu (21/5/2022).
Secara lebih luas, delegasi mewakili keseimbangan yang hati-hati oleh MBS tokoh-tokoh dari berbagai cabang keluarga. Demikian disampaikan Kristian Coates Ulrichsen, seorang ilmuwan politik di Rice University's Baker Institute di Amerika Serikat.
Lihat Juga :