Diadili Atas Kejahatan Perang, Tentara Rusia Minta Maaf kepada Janda Korban
Jum'at, 20 Mei 2022 - 03:17 WIB
loading...
A
A
A
Shishimarin dituduh menembakkan beberapa tembakan dengan senapan serbu ke kepala seorang warga sipil dari sebuah mobil setelah diperintahkan untuk melakukannya.
Ditanya apakah dia diwajibkan untuk mengikuti perintah yang merupakan kejahatan perang, Shishimarin menjawab "tidak".
"Saya melepaskan tembakan pendek, tiga atau empat peluru," katanya kepada pengadilan.
"Saya dari Irkutsk Oblast (sebuah wilayah di Siberia), saya memiliki dua saudara laki-laki dan dua saudara perempuan ... saya yang tertua," katanya.
Shishimarin bisa menghadapi hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.
Baca juga: Ukraina Akan Gelar Pengadilan Kejahatan Perang Terhadap Tentara Rusia
Ditanya apakah dia diwajibkan untuk mengikuti perintah yang merupakan kejahatan perang, Shishimarin menjawab "tidak".
"Saya melepaskan tembakan pendek, tiga atau empat peluru," katanya kepada pengadilan.
"Saya dari Irkutsk Oblast (sebuah wilayah di Siberia), saya memiliki dua saudara laki-laki dan dua saudara perempuan ... saya yang tertua," katanya.
Shishimarin bisa menghadapi hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.
Baca juga: Ukraina Akan Gelar Pengadilan Kejahatan Perang Terhadap Tentara Rusia
(ian)
Lihat Juga :