Jerman Deteksi Lebih dari 300 Penggemar Hitler di Jajaran Keamanannya

Sabtu, 14 Mei 2022 - 14:01 WIB
loading...
Jerman Deteksi Lebih dari 300 Penggemar Hitler di Jajaran Keamanannya
Pendukung Neo Nazi melakukan salut Nazi. Foto/REUTERS
A A A
BERLIN - Investigasi pemerintah Jerman mengungkapkan lebih dari 300 anggota badan keamanan negara itu memiliki hubungan dengan ekstremisme "sayap kanan".

Para ekstremis sayap kanan itu termasuk petugas yang diketahui bergabung dalam nyanyian "Heil Hitler" dan salut Nazi.

“Kami tidak akan membiarkan negara konstitusional demokratis kami disabotase dari dalam oleh ekstremis sayap kanan,” ungkap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jerman Nancy Faeser pada Jumat (13/5/2022).

Baca juga: Tegang dengan AS, Korea Utara Lanjutkan Bangun Reaktor Nuklir

Dia menambahkan, “Setiap kasus ekstremisme harus memiliki konsekuensi yang jelas.”

Baca juga: Lukisan Picasso yang Hilang Tampak di Rumah Mantan Ibu Negara Filipina Imelda Marcos

Dia menjelaskan, Berlin akan menggunakan semua opsi hukum saat ini untuk menangani ekstremis di jajaran keamanan negara itu.

Baca juga: Telepon Pertama Menhan Rusia dan AS sejak Perang Ukraina, Ini Isinya

Dia akan mengusulkan undang-undang untuk membantu menghapus musuh konstitusi dari layanan publik lebih cepat.

Penyelidikan memeriksa 860 kasus dugaan perilaku ekstremis sejak Juli 2018 dan mengungkapkan "bukti nyata" terhadap 327 karyawan layanan keamanan di tingkat federal dan negara bagian.

“Dinas intelijen militer Jerman (MAD) paling banyak melakukan pelanggaran, dengan 83 karyawan ditemukan terlibat dalam kegiatan melawan tatanan dasar demokrasi yang bebas," ungkap laporan itu.

Kepolisian federal menduduki peringkat kedua, dengan 18 karyawan seperti itu.

Kementerian Dalam Negeri mengidentifikasi 138 ekstremis yang bekerja di lembaga federal dan 189 di tingkat negara bagian. Lebih dari 640.000 orang bekerja di dinas keamanan Jerman.

“Masing-masing kasus ini terlalu banyak,” ujar Faeser kepada wartawan.

Dia menambahkan, lebih dari 500 tindakan disipliner telah diambil terhadap petugas keamanan yang memiliki kaitan dengan ekstremisme.

Laporan Jumat datang hampir dua tahun setelah studi nasional pertama Jerman tentang ekstremisme sayap kanan di badan keamanan negara itu menemukan ratusan kasus dugaan pelanggaran yang melibatkan tentara, petugas polisi dan pejabat lainnya.

Meskipun jumlah kasus relatif kecil dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja keamanan Jerman, penulis laporan tahun 2020 mengakui, “Pada dasarnya dapat diasumsikan bahwa ada juga medan gelap dari para ekstremis yang tidak terdeteksi.”

Banyak kasus yang melibatkan berbagi simbol atau gambar ekstremis, seperti swastika. Tinjauan terbaru menemukan berbagai kegiatan yang “beragam”, seperti bergabung dengan grup obrolan ekstremis, menyebarkan propaganda ekstremis, dan membuat “hinaan bermotif politik.”

Beberapa karyawan dicurigai sebagai anggota gerakan "Reichsburger" yang menyangkal legitimasi negara Jerman modern.

Kekhawatiran atas ekstremisme dalam jajaran keamanan Jerman meningkat dalam beberapa tahun terakhir, di tengah serangkaian kasus tingkat tinggi yang melibatkan petugas polisi dan anggota militer.

Kasus-kasus itu termasuk penuntutan seorang perwira militer yang dituduh merencanakan serangan teroris di mana dia akan menyamar sebagai pengungsi Suriah.

(sya)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1817 seconds (11.97#12.26)