Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron

Selasa, 09 Juni 2026 - 08:53 WIB
loading...
Proyek Jet Tempur FCAS...
Jerman nyatakan proyek jet tempur yang digarap bersama dengan Prancis, FCAS, telah gagal karena perseteruan sengit perusahaan dari kedua negara. Foto/Wikipedia
A A A
PARIS - Prancis dan Jerman telah meninggalkan proyek jet tempur bersama generasi berikutnya, yang dikenal sebagai Future Combat Air System (FCAS), karena perbedaan industri yang mendalam. Matinya proyek gabungan ini menjadi pukulan besar bagi visi Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang integrasi pertahanan Eropa yang lebih erat.

Kegagalan ini menggarisbawahi kesulitan untuk membuat negara-negara Eropa bekerja sama dalam program multinasional yang kompleks dan mahal, terlepas dari kekhawatiran tentang pencegahan Rusia dan tentang keandalan aliansi dengan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Jerman Hendak Borong Lagi 15 Jet Tempur Siluman F-35 AS, Bisa Ribut dengan Prancis

"Presiden [Prancis Emmanuel] Macron dan Kanselir Federal [Jerman Friedrich Merz] telah sampai pada kesimpulan bersama bahwa perusahaan-perusahaan yang terlibat tidak akan mampu bekerja sama untuk membangun jet tempur gabungan. Mereka mengakui kenyataan ini," kata seorang pejabat pemerintah Jerman kepada Politico dengan syarat anonim karena sensitivitas masalah tersebut, Selasa (9/6/2026).

"Oleh karena itu, Kanselir Federal Merz telah menyarankan Presiden Macron untuk tidak melanjutkan pengembangan jet tempur gabungan lebih lanjut," imbuh pejabat tersebut.

Proyek FCAS yang diluncurkan pada tahun 2017 telah terhenti karena perselisihan sengit antara Dassault Prancis dan Airbus Defence and Space Jerman tentang perusahaan mana yang harus memimpin proyek tersebut.

FCAS, yang juga melibatkan Spanyol, dimaksudkan untuk menggantikan jet Eurofighter Jerman dan Rafale Prancis sekitar tahun 2040. Program ini mencakup pesawat tempur—poin utama perselisihan—serta drone dan cloud tempur—tulang punggung digital proyek yang akan menghubungkan sensor, satelit, drone, dan jet tempur ke dalam satu sistem.

Kemudian pada hari Senin, Istana Elysée mengakui dalam sebuah pernyataan bahwa Airbus Defence and Space dan Dassault Aviation tidak berhasil mencapai kesepakatan.

Kepresidenan Prancis mengisyaratkan bahwa penghentian kesepakatan tersebut merupakan keputusan sepihak Jerman, dengan mengatakan kepada wartawan, "Otoritas Jerman menyimpulkan bahwa tidak mungkin untuk memberikan tekanan lebih lanjut pada perusahaan-perusahaan yang bersangkutan. Prancis tetap berpendapat bahwa kerja sama Prancis-Jerman sangat penting bagi kedua negara kita dan bagi mitra Eropa kita di bidang pertahanan dan keamanan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Berita Terkini
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved