alexametrics

Demi Asuransi, Pria India Sewa 4 Pembunuh Bayaran untuk Membunuhnya

loading...
Demi Asuransi, Pria India Sewa 4 Pembunuh Bayaran untuk Membunuhnya
Ilustrasi jenazah. Foto/SINDOnews.com
A+ A-
NEW DELHI - Seorang pria pengusaha di New Delhi, India, telah menyewa empat pembunuh bayaran untuk membunuhnya. Itu sengaja direncanakan demi uang asuransi Rs 1 crore.

Pengusaha tersebut bernama Gaurav Bansal, 37. Empat pembunuh bayaran yang dia sewa termasuk anak di bawah umur.

Polisi setempat mengatakan Bansal merencanakan pembunuhannya sendiri agar keluarganya bisa mendapatkan uang klaim asuransi Rs 1 crore untuk menghapus utang. Pengusaha ini tinggal bersama istri dan anak-anaknya di Arya Nagar di daerah IP Extension di Ibu Kota India; New Delhi.

Mengutip laporan The Indian Express, Minggu (21/6/2020), seluruh plot digali setelah Bansal terbunuh. Polisi mengatakan tubuhnya dengan tangan terikat ditemukan tergantung di sebuah pohon di daerah Ranhaula di luar New Delhi pada 10 Juni.



Istrinya, Shalu Bansal, telah mengajukan keluhan polisi bahwa suaminya pergi ke tokonya tetapi tidak kembali lagi pada 10 Juni. Gaurav adalah pemilik toko kelontong.

Menurut Shalu, Gaurav telah mengambil Rs 6 lakh sebagai pinjaman pribadi pada bulan Februari dan sedang menjalani perawatan karena depresi. Selain itu, ia juga menjadi korban penipuan kartu kredit. (Baca: Pembunuh Bayaran Bayar Pembunuh Bayaran yang Bayar Pembunuh Bayaran....)



Polisi mengatakan bahwa selama penyelidikan muncul bahwa Gaurav berhubungan dengan anak di bawah umur. Polisi memindai catatan ponselnya dan menyimpulkan bahwa ia telah memberikan kontrak untuk pembunuhannya sendiri kepada anak di bawah umur tersebut.

Polisi melanjutkan Gaurav pada 9 Juni telah mencapai lokasi pembunuhan tersebut menggunakan beberapa transportasi umum dan mengirim fotonya sendiri kepada tersangka yang masih di bawah umur. Remaja itu dan tersangka lain kemudian mengikat tangannya dan menggantungnya di pohon.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak