Kremlin Jelaskan Situasi Sesungguhnya di Pabrik Azovstal

Kamis, 05 Mei 2022 - 09:01 WIB
loading...
Kremlin Jelaskan Situasi...
Asap membumbung di atas pabrik Azovstal Iron and Steel Works di kota Mariupol, 2 Mei 2022. Foto/REUTERS/Alexander Ermochenko
A A A
MOSKOW - Pasukan Rusia tidak menyerbu pabrik baja Azovstal di Mariupol, tempat prajurit militer Ukraina dan anggota batalion neo-Nazi Azov bersembunyi selama lebih dari sebulan.

Pernyataan itu diungkapkan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, Rabu (4/5/2022).

Menurut pejabat itu, militer Rusia mematuhi perintah sebelumnya dari Presiden Vladimir Putin untuk tidak menyerbu pabrik tersebut.

Baca juga: Terungkap, AS Latih Tentara Ukraina di Bekas Pangkalan Nazi Wehrmacht

“Tidak ada penyerangan. Kami melihat bahwa gejolak terjadi ketika militan keluar untuk mengambil alih penempatan senjata. Upaya-upaya ini sedang ditekan dengan cukup cepat,” ungkap dia, dilansir RT.com.

Baca juga: Strategi Baru AS Berusaha Persenjatai Jepang untuk Lawan China

Pada Selasa, beberapa media Rusia dan Ukraina melaporkan pertempuran telah pecah di dan sekitar kompleks pabrik baja raksasa setelah beberapa hari relatif tenang berkat gencatan senjata yang diumumkan Moskow untuk memastikan evakuasi warga sipil dari daerah tersebut.

Baca juga: Militer Ukraina Mengakui Hantu Kiev adalah Tipuan Kosong

Menurut laporan ini, pabrik Azovstal diserang dengan artileri dan pemboman udara. Rekaman yang belum diverifikasi yang beredar di media sosial tampaknya menguatkan hal ini, menggambarkan gumpalan asap mengepul dari fasilitas tersebut.

Republik Rakyat Donetsk mengklaim militer Ukraina dan pejuang Azov yang bersembunyi di fasilitas industri memanfaatkan jeda pertempuran yang disediakan oleh gencatan senjata evakuasi untuk mengambil posisi baru.

Moskow mengatakan pasukannya sekarang menguasai seluruh kota pelabuhan Mariupol, kecuali pabrik Azovstal.

Di pabrik itu terdapat jaringan luas bunker dan terowongan era Perang Dingin yang dibentengi, tempat pasukan Ukraina dikepung selama lebih dari sebulan.

Pada 21 April, Presiden Rusia Vladimir Putin membatalkan operasi untuk menyerbu pabrik baja, karena khawatir akan banyak korban di antara pasukan Rusia.

Pasukan Rusia diperintahkan memberlakukan blokade penuh terhadap pasukan Ukraina yang bersembunyi di sana.

Selain pertanyaan tentang strategi Rusia di Mariupol, Peskov juga diminta mengomentari laporan di media Barat yang mengklaim Presiden Putin dapat memerintahkan mobilisasi massa di Rusia pada 9 Mei, hari ketika negara itu merayakan kemenangannya dalam Perang Dunia II.

Juru bicara Kremlin menolak klaim ini sebagai "sampah". Dia meyakinkan para jurnalis bahwa Putin tidak berencana menyatakan perang terhadap Ukraina.

Peskov juga menyesalkan kurangnya kemajuan dalam pembicaraan Rusia-Ukraina, menuduh kepemimpinan Ukraina terus-menerus mengubah posisinya.

Dia menambahkan bahwa Moskow tidak yakin apakah negosiasi akan membuahkan hasil.

Ketika ditanya tentang sanksi Uni Eropa (UE) putaran keenam, yang diharapkan akan diadopsi oleh perwakilan 27 negara anggota akhir pekan ini, Peskov mencatat sanksi adalah pedang bermata dua dan warga Eropa harus menanggung akibatnya.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved