PM Solomon Tuding Australia Munafik Soal Pakta dengan China
Minggu, 01 Mei 2022 - 00:30 WIB
loading...
Menlu China Wang Yi (kanan) berjabat tangan dengan Menlu Kepulauan Solomon Jeremiah Manele di Beijing pada September 2019. Foto/REUTERS
A
A
A
HONIARA - Perdana Menteri (PM) Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare menuduh Australia munafik dalam menentang pakta keamanan negara Pasifik baru-baru ini dengan China.
Dia berpendapat Canberra belum berkonsultasi dengan mitra lainnya tahun lalu ketika meluncurkan kesepakatan keamanan dengan AS dan Inggris, yang dikenal sebagai AUKUS.
Pakta AUKUS membuka jalan bagi Australia untuk memperoleh kapal selam bertenaga nuklir.
Baca juga: Ini 2 Presiden di Timur Tengah Yang Dibunuh Pasukan NATO dan Sekutunya, Nomor 2 Dituduh Diktator Kejam
“Saya mengetahui perjanjian AUKUS di media. Orang akan berharap bahwa sebagai anggota keluarga Pasifik, Kepulauan Solomon dan anggota Pasifik harus diajak berkonsultasi untuk memastikan perjanjian AUKUS ini transparan,” ujar Sogavare kepada parlemen negaranya pada Jumat (29/4/2022).
Baca juga: Ukraina Tuding Pasukan Rusia Curi Ratusan Ribu Ton Biji-bijian
Dia menambahkan, “Saya menyadari Australia adalah negara berdaulat, yang dapat membuat perjanjian apa pun yang diinginkannya, secara transparan atau tidak, persis seperti yang mereka lakukan dengan AUKUS.”
Baca juga: Ukraina: Rusia Gempur Donbas, Tapi Gagal Rebut Wilayah Sasaran
Dia berpendapat Canberra belum berkonsultasi dengan mitra lainnya tahun lalu ketika meluncurkan kesepakatan keamanan dengan AS dan Inggris, yang dikenal sebagai AUKUS.
Pakta AUKUS membuka jalan bagi Australia untuk memperoleh kapal selam bertenaga nuklir.
Baca juga: Ini 2 Presiden di Timur Tengah Yang Dibunuh Pasukan NATO dan Sekutunya, Nomor 2 Dituduh Diktator Kejam
“Saya mengetahui perjanjian AUKUS di media. Orang akan berharap bahwa sebagai anggota keluarga Pasifik, Kepulauan Solomon dan anggota Pasifik harus diajak berkonsultasi untuk memastikan perjanjian AUKUS ini transparan,” ujar Sogavare kepada parlemen negaranya pada Jumat (29/4/2022).
Baca juga: Ukraina Tuding Pasukan Rusia Curi Ratusan Ribu Ton Biji-bijian
Dia menambahkan, “Saya menyadari Australia adalah negara berdaulat, yang dapat membuat perjanjian apa pun yang diinginkannya, secara transparan atau tidak, persis seperti yang mereka lakukan dengan AUKUS.”
Baca juga: Ukraina: Rusia Gempur Donbas, Tapi Gagal Rebut Wilayah Sasaran
Lihat Juga :