Rusia Hentikan Pasokan Gas ke Bulgaria dan Polandia
Kamis, 28 April 2022 - 00:29 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Zelensky kepada Jokowi: Terima Kasih Atas Dukungannya
Bulan lalu, Putin mewajibkan negara-negara yang telah memberlakukan sanksi terhadap Rusia, dan masih mengimpor gasnya, untuk menggunakan mata uang Rusia untuk transaksi.
Beberapa pembeli telah mengisyaratkan kesediaan menerima tuntutan Moskow. Pada Senin, Uniper, importir gas Rusia terbesar di Jerman, mengatakan memungkinkan membayar pasokan di masa depan tanpa melanggar sanksi Barat.
Kanselir Austria Karl Nehammer telah menyatakan sudut pandang yang sama, seperti halnya pemerintah Hungaria.
Uniper mengungkapkan pada Senin bahwa ada cara untuk berjalan di garis tipis antara mematuhi sanksi Uni Eropa dan memenuhi persyaratan Rusia untuk pembayaran rubel.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan, “Menurut penilaian awal dan oleh karena itu masih tidak mengikat, kami masih menganggap pemrosesan pembayaran yang sesuai di masa depan layak dilakukan.”
Polandia telah menolak mengikuti prosedur ini dan pada Selasa memberi sanksi kepada Gazprom, yang memiliki 48% saham di perusahaan Polandia yang memiliki jaringan pipa gas Yamal-Eropa.
Bulan lalu, Putin mewajibkan negara-negara yang telah memberlakukan sanksi terhadap Rusia, dan masih mengimpor gasnya, untuk menggunakan mata uang Rusia untuk transaksi.
Beberapa pembeli telah mengisyaratkan kesediaan menerima tuntutan Moskow. Pada Senin, Uniper, importir gas Rusia terbesar di Jerman, mengatakan memungkinkan membayar pasokan di masa depan tanpa melanggar sanksi Barat.
Kanselir Austria Karl Nehammer telah menyatakan sudut pandang yang sama, seperti halnya pemerintah Hungaria.
Uniper mengungkapkan pada Senin bahwa ada cara untuk berjalan di garis tipis antara mematuhi sanksi Uni Eropa dan memenuhi persyaratan Rusia untuk pembayaran rubel.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan, “Menurut penilaian awal dan oleh karena itu masih tidak mengikat, kami masih menganggap pemrosesan pembayaran yang sesuai di masa depan layak dilakukan.”
Polandia telah menolak mengikuti prosedur ini dan pada Selasa memberi sanksi kepada Gazprom, yang memiliki 48% saham di perusahaan Polandia yang memiliki jaringan pipa gas Yamal-Eropa.
Lihat Juga :