Putin: Setelah Gagal Menghancurkan, Barat Beralih ke Teror terhadap Rusia

Selasa, 26 April 2022 - 11:01 WIB
loading...
Putin: Setelah Gagal...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Upaya yang gagal untuk "menghancurkan Rusia dari dalam" memaksa Ukraina dan "dalangnya" Barat untuk beralih ke tindakan teror.

Pernyataan tegas itu diungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (25/4/2022).

Berbicara pada pertemuan Dewan Kantor Kejaksaan Agung, Putin menguraikan bagaimana, menurut pendapatnya, prioritas Eropa dan Amerika Serikat (AS) sehubungan dengan Rusia dan operasi militernya di Ukraina telah berubah selama beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Biden dan Obama Khawatir Trump Kembali ke Twitter setelah Dibeli Elon Musk

“Pertama, diplomat tingkat tinggi di Eropa dan Amerika Serikat terlibat dalam diplomasi yang aneh, mendesak satelit Ukraina mereka untuk melakukan segala kemungkinan untuk menang di medan perang,” papar Putin, dilansir RT.com.

Baca juga: Inggris Ungkap Sejumlah Hadiah Baru untuk Ukraina

Putin tampaknya mengacu pada pernyataan kontroversial baru-baru ini oleh diplomat tinggi Uni Eropa Josep Borrell, yang, setelah kunjungannya ke Kiev, mengatakan, "Perang ini akan dimenangkan di medan perang."

Baca juga: Putin Tuduh Barat Hasut Ukraina untuk Bunuh Jurnalis Rusia

Selama percakapan pekan lalu dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Putin menunjuk pada, “Pernyataan yang tidak bertanggung jawab dari perwakilan UE tentang perlunya menyelesaikan situasi di Ukraina dengan cara militer.”

Menurut pendapat Putin, Barat telah mengubah tujuannya.

“Ketika mereka menyadari bahwa ini tidak mungkin, mereka mencoba mencapai tujuan yang berbeda untuk memecah masyarakat Rusia, untuk menghancurkan Rusia dari dalam. Tapi di sini juga, ada halangan; ini juga tidak berhasil," papar Putin.

Putin menambahkan, “Masyarakat Rusia telah menunjukkan kedewasaan, solidaritas, dan mendukung angkatan bersenjatanya dan upaya memastikan keamanan tertinggi Rusia dan membantu orang-orang yang tinggal di Donbass.”

Setelah 'kegagalan' di bidang media, Putin mengklaim, Barat telah berubah "menjadi teror, mengatur pembunuhan jurnalis kami."

Dia merujuk pada pengumuman Senin oleh Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB) bahwa mereka telah menahan sekelompok "neo-Nazi" yang diinstruksikan Layanan Keamanan Ukraina (SBU) untuk membunuh pembawa acara TV dan jurnalis populer Rusia Vladimir Solovyov.

Kiev membantah berperan dalam mengorganisir upaya pembunuhan itu.

“Dalam hal ini, perlu dicatat tentu saja bahwa kita mengetahui nama semua penangan Barat, semua anggota dinas Barat, terutama CIA, yang bekerja dengan badan keamanan Ukraina. Rupanya, mereka memberi mereka nasihat seperti itu,” ujar pemimpin Rusia itu.

Dia menambahkan dengan sinis, “Ini adalah sikap mereka terhadap hak-hak jurnalis, terhadap penyebaran informasi; ini adalah sikap mereka terhadap hak asasi manusia secara umum.”

“Yang mereka pedulikan hanyalah hak mereka sendiri, beberapa menghargai ambisi kekaisaran, yang lain mempertahankan masa lalu kolonial mereka dengan cara kuno. Tapi ini tidak akan berhasil di Rusia,” klaim Putin.

Sementara Kremlin menuduh Barat berusaha memecah belah masyarakat Rusia, negara-negara Barat menuduh Moskow menekan oposisi, media independen, dan bahkan perbedaan pendapat secara umum.

Kritik semacam ini telah meningkat setelah peluncuran serangan di Ukraina dan langkah-langkah selanjutnya yang diambil Moskow untuk menindak “berita palsu” dan apa yang disebut “agen asing.”

Rusia menyerang negara tetangga pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.

Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Raja Charles III Dikabarkan...
Raja Charles III Dikabarkan Akan Bertemu Archie dan Lilibet, Isyarat Damai Keluarga Kerajaan?
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
Presiden Ukraina Zelensky:...
Presiden Ukraina Zelensky: China Memasok Senjata ke Rusia!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved