Banyak Pengungsi Afghanistan Diusir, Jerman Lebih Utamakan Warga Ukraina

Sabtu, 23 April 2022 - 05:29 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Putin: Kiev Cegah Pasukan Ukraina di Pabrik Azovstal untuk Menyerah

Jerman menerima sekitar 12.000 pengungsi Afghanistan setelah pengambilalihan Taliban Agustus lalu, dan dilaporkan berencana menggandakan angka itu pada Desember.

Namun, lebih dari 316.000 orang Ukraina telah secara resmi tiba di Jerman sejak Rusia melancarkan serangan militernya di sana pada Februari, dan 60.000 orang telah terdaftar di Berlin saja.

Banyak dari kedatangan terbaru ini akan diproses di ibu kota Jerman sebelum dikirim ke akomodasi di seluruh Jerman, tetapi beberapa akan tetap di Berlin, di mana ruang untuk pengungsi sangat mahal.

Menurut Departemen Integrasi, Tenaga Kerja, dan Layanan Sosial Senat Berlin, kota ini memiliki total 83 akomodasi berbeda untuk para pengungsi, yang sudah menampung sekitar 22.000 orang.

Dengan otoritas lokal yang ingin menahan orang-orang Ukraina di beberapa pusat pemrosesan yang ditentukan, mencari akomodasi untuk orang-orang Afghanistan yang diusir adalah proses yang mahal.

Sewa di kota sekarang 40% lebih mahal daripada tahun lalu, setelah pengadilan menetapkan undang-undang pengendalian harga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Pasukan Israel Ditipu...
Pasukan Israel Ditipu Pimpinan, Dikirim Perang dengan Jumlah Personel dan Tank Tak Sesuai Janji
Rekomendasi
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Canda Prabowo di Harlah...
Canda Prabowo di Harlah ke-28 PKB: MBG Itu Singkatan Mas Bahlil Ganteng, Bisa Aja Lo
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved