Shehbaz Sharif Resmi Pimpin Pakistan sebagai Perdana Menteri Baru

Senin, 11 April 2022 - 21:34 WIB
loading...
Shehbaz Sharif Resmi...
Shehbaz Sharif terpilih sebagai perdana menteri (PM) baru Pakistan. Foto/REUTERS
A A A
ISLAMABAD - Majelis Nasional Pakistan telah memilih Shehbaz Sharif sebagai perdana menteri (PM) baru negara itu setelah pendahulunya Imran Khan digulingkan dari jabatannya.

Sekitar 174 anggota parlemen, lebih dari setengah Majelis Nasional, mendukung pencalonan Sharif yang memimpin partai oposisi Liga Muslim Pakistan-N.

Pemilihan PM baru berlangsung di tengah gejolak politik di Pakistan yang menyebabkan Perdana Menteri sebelumnya Imran Khan digulingkan.

Baca juga: Ribuan Demonstran Kecam Kudeta, Imran Khan: Tolak Pemerintah Dipimpin Penjahat

Sebelumnya, Khan berusaha membubarkan parlemen dan menyelenggarakan pemilu yang dipercepat.

Baca juga: Rusia Lenyapkan Peluncur S-300 yang Dipasok Eropa di Ukraina

Shehbaz Sharif sekarang dapat membentuk pemerintahannya sendiri, yang akan bekerja sampai pemilihan umum berikutnya di negara itu, yang dijadwalkan pada Agustus 2023.

Baca juga: Trump Sebut Biden Mempermalukan Negara, Mantap Maju Pilpres 2024

Perdana menteri yang baru itu berjanji membuat perubahan di Pakistan dengan menyebut pemilihannya sebagai "kemenangan demokrasi".

Perdana menteri baru itu juga menyebut pendahulunya sebagai "pembohong".

Sharif memperingatkan Pakistan saat ini menuju defisit anggaran dan perdagangan terbesar dalam sejarahnya setelah masa jabatan Imran Khan.

Anggota parlemen dari Gerakan Pakistan untuk Keadilan (Pakistan Tehreek-e-Insaf atau PTI) yang dipimpin Imran Khan, memboikot pemilu dan keluar dari Majelis Nasional sebagai protes.

Kandidat partai untuk jabatan perdana menteri baru, mantan Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi, mengumumkan anggota parlemen PTI akan meninggalkan kursi Majelis Nasional mereka.

Voting berlangsung di tengah gejolak politik yang telah berlangsung lebih dari sepekan menyusul upaya partai-partai oposisi mengadakan mosi tidak percaya pada Perdana Menteri saat itu Imran Khan.

Upaya tersebut, yang dilakukan pada 3 April, digagalkan setelah Khan menyarankan Presiden Arif Alvi membubarkan Majelis Nasional dan karenanya mengadakan pemilu lebih awal.

Langkah itu, bagaimanapun, dibatalkan Mahkamah Agung Pakistan, yang memutuskan langkah itu tidak konstitusional.

Majelis Nasional kemudian bersidang lagi pada 10 April, dengan sukses meloloskan mosi tidak percaya dan dengan demikian menggulingkan Imran Khan.

Perdana menteri yang digulingkan, pada gilirannya, menuduh Amerika Serikat (AS) berada di balik rencana agar partai-partai oposisi menggulingkannya. Washington membantah ada hubungannya dengan pemungutan suara itu.

Partai-partai oposisi, yang bersatu di bawah aliansi Gerakan Demokratik Pakistan menuduh Imran Khan menjalankan pemerintahan dan mengelola ekonomi negara secara buruk, serta penganiayaan terhadap lawan-lawan politiknya.

Khan berkuasa pada 2018, melepaskan diri dari persaingan politik lama antara dua kekuatan politik yakni keluarga Bhutto dan Sharif, yang telah mendominasi politik Pakistan selama beberapa dekade.

Anggota kedua keluarga tersebut menghadapi tuduhan korupsi dan perbuatan tidak senonoh, yang mereka bantah dan Perdana Menteri yang baru terpilih Shehbaz Sharif sendiri dibebaskan dengan jaminan dalam kasus pencucian uang terhadapnya.

Pembebasan dengan jaminan itu diperpanjang pada pemilihannya sampai 27 April oleh pengadilan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
AS Tak Akan Usik Program...
AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan
Rekomendasi
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Menekraf Teuku Riefky...
Menekraf Teuku Riefky Dorong Musisi Lokal Eksis di Panggung Global
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved