Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Kamis, 25 Juni 2026 - 20:29 WIB
loading...
Pasukan Iran masih menguasai Selat Hormuz. Foto/anadolu
A
A
A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan agar kapal-kapal tidak melintasi Selat Hormuz tanpa izin. Mereka mengatakan kapal yang tidak mematuhi aturan "akan ditindak". IRGC juga mengkritik rute baru melalui jalur air tersebut.
Masa depan selat tersebut, jalur vital untuk pengiriman energi yang secara efektif diblokir Iran selama perang lebih dari 100 hari antara Amerika Serikat dan Iran, merupakan poin penting dalam negosiasi antara kedua pihak.
Teheran mengatakan pihaknya berencana memberlakukan apa yang disebutnya biaya layanan maritim di masa mendatang, sebagai pengganti tol, sementara Amerika Serikat berpendapat itu adalah jalur air internasional dan oleh karena itu pelayaran tidak boleh dikenakan biaya.
“Satu-satunya rute resmi untuk melintasi Selat Hormuz adalah rute yang diumumkan Republik Islam Iran,” kata Garda Revolusi, sayap ideologis militer Iran, pada hari Kamis.
Setiap penyeberangan tanpa izin adalah “tidak dapat diterima dan sangat berbahaya”, mereka memperingatkan dalam pernyataan.
Mereka juga mengecam apa yang mereka sebut sebagai rute baru melalui jalur air yang diumumkan oleh “otoritas tertentu”, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Peringatan ini muncul setelah satu kapal tanker minyak Liberia berhasil keluar dari selat pada hari Kamis menggunakan rute yang dekat dengan pantai Oman.
Kapal Stoic Warrior – yang menandakan rencananya melintasi Selat Hormuz – berangkat pada Kamis pagi dalam perjalanan yang membawanya menyusuri pantai Uni Emirat Arab dan kemudian Oman, menurut kantor berita Associated Press.
Masa depan selat tersebut, jalur vital untuk pengiriman energi yang secara efektif diblokir Iran selama perang lebih dari 100 hari antara Amerika Serikat dan Iran, merupakan poin penting dalam negosiasi antara kedua pihak.
Teheran mengatakan pihaknya berencana memberlakukan apa yang disebutnya biaya layanan maritim di masa mendatang, sebagai pengganti tol, sementara Amerika Serikat berpendapat itu adalah jalur air internasional dan oleh karena itu pelayaran tidak boleh dikenakan biaya.
“Satu-satunya rute resmi untuk melintasi Selat Hormuz adalah rute yang diumumkan Republik Islam Iran,” kata Garda Revolusi, sayap ideologis militer Iran, pada hari Kamis.
Setiap penyeberangan tanpa izin adalah “tidak dapat diterima dan sangat berbahaya”, mereka memperingatkan dalam pernyataan.
Mereka juga mengecam apa yang mereka sebut sebagai rute baru melalui jalur air yang diumumkan oleh “otoritas tertentu”, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Penyeberangan Kapal Tanker
Peringatan ini muncul setelah satu kapal tanker minyak Liberia berhasil keluar dari selat pada hari Kamis menggunakan rute yang dekat dengan pantai Oman.
Kapal Stoic Warrior – yang menandakan rencananya melintasi Selat Hormuz – berangkat pada Kamis pagi dalam perjalanan yang membawanya menyusuri pantai Uni Emirat Arab dan kemudian Oman, menurut kantor berita Associated Press.
Lihat Juga :