Warga Sipil yang Kembali ke Bucha: Kota Kami Tak Lagi Sama
Minggu, 10 April 2022 - 17:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Zelensky: Situasi di Borodyanka Jauh Lebih Buruk daripada Bucha
Rusia, yang berulang kali membantah menargetkan warga sipil sejak invasi 24 Februari ke Ukraina, menyebut tuduhan bahwa pasukan Rusia mengeksekusi warga sipil di Bucha saat mereka menduduki kota itu sebagai "pemalsuan mengerikan" yang bertujuan merendahkan tentara Rusia.
Reuters telah menyaksikan sisa-sisa lima korban di Bucha yang ditembak di kepala. Yang satu tangannya diikat ke belakang. Satu lagi kakinya diikat. Reuters belum dapat secara independen menentukan siapa yang bertanggung jawab.
Pada hari Sabtu, pekerja lokal dan penduduk telah memindahkan mayat-mayat itu dari jalan, tetapi masih ada sisa abu dan semen hangus yang tertinggal dari penembakan. “Setiap kali saya berpatroli di jalan ini, saya akan memikirkan kembali apa yang terjadi di sini,” kata Zubchuk.
Pada hari Jumat, penyelidik forensik memulai penggalian sisa-sisa dari kuburan massal di Bucha, dengan hati-hati mengangkat mayat dari parit berlumpur untuk memeriksa dan mengidentifikasi mereka.
Baca: Saling Cerca, Mengutuk Dalang di Balik Pembantaian Bucha
Dalam minggu-minggu setelah kedatangan pasukan Rusia di Bucha, Zubchuk mengatakan, dia dan rekan-rekannya bersembunyi di ruang bawah tanah dan terus bekerja sampai mereka meninggalkan kota bersama keluarga mereka.
Rusia, yang berulang kali membantah menargetkan warga sipil sejak invasi 24 Februari ke Ukraina, menyebut tuduhan bahwa pasukan Rusia mengeksekusi warga sipil di Bucha saat mereka menduduki kota itu sebagai "pemalsuan mengerikan" yang bertujuan merendahkan tentara Rusia.
Reuters telah menyaksikan sisa-sisa lima korban di Bucha yang ditembak di kepala. Yang satu tangannya diikat ke belakang. Satu lagi kakinya diikat. Reuters belum dapat secara independen menentukan siapa yang bertanggung jawab.
Pada hari Sabtu, pekerja lokal dan penduduk telah memindahkan mayat-mayat itu dari jalan, tetapi masih ada sisa abu dan semen hangus yang tertinggal dari penembakan. “Setiap kali saya berpatroli di jalan ini, saya akan memikirkan kembali apa yang terjadi di sini,” kata Zubchuk.
Pada hari Jumat, penyelidik forensik memulai penggalian sisa-sisa dari kuburan massal di Bucha, dengan hati-hati mengangkat mayat dari parit berlumpur untuk memeriksa dan mengidentifikasi mereka.
Baca: Saling Cerca, Mengutuk Dalang di Balik Pembantaian Bucha
Dalam minggu-minggu setelah kedatangan pasukan Rusia di Bucha, Zubchuk mengatakan, dia dan rekan-rekannya bersembunyi di ruang bawah tanah dan terus bekerja sampai mereka meninggalkan kota bersama keluarga mereka.
Lihat Juga :