Warga Sipil yang Kembali ke Bucha: Kota Kami Tak Lagi Sama
Minggu, 10 April 2022 - 17:47 WIB
loading...
A
A
A
Zubchuk mengatakan, tentara Rusia sedang menjelajahi kota untuk mencari petugas polisi lokal dan orang-orang dengan pengalaman militer selama pendudukan.
Di tempat lain di Bucha pada hari Sabtu, sukarelawan dengan rompi cerah menyapu puing-puing dan pekerja dengan topi keras memindahkan sisa-sisa tank Rusia yang hancur dengan derek berat.
Valerie Lysenko adalah salah satu dari banyak penduduk yang kembali ke Bucha untuk melihat kerusakan secara langsung. Lysenko mengatakan, dia meninggalkan kampung halamannya sedikit lebih dari seminggu setelah pasukan Rusia masuk ke Bucha.
Baca: Jawaban Putin soal Tuduhan Rusia Bantai Puluhan Warga Sipil di Bucha
Sebelum perang, Lysenko mengatakan dia selalu mengundang teman-temannya untuk mengunjungi Bucha, memberi tahu mereka bahwa itu adalah "pulau" yang tenang di luar Kiev dengan taman yang indah dan infrastruktur yang bagus. Sekarang, nama kotanya telah menjadi identik dengan perang dan penderitaan warga sipil.
“Satu-satunya hal yang mereka tahu [dari Bucha] adalah orang-orang mati, orang-orang dengan tangan terikat, orang-orang disiksa, dibunuh dan ini menghancurkan hati saya,” katanya. "Jika saya mengatakan saya kesakitan, itu hanya satu persen dari apa yang saya rasakan," lanjutnya.
Di tempat lain di Bucha pada hari Sabtu, sukarelawan dengan rompi cerah menyapu puing-puing dan pekerja dengan topi keras memindahkan sisa-sisa tank Rusia yang hancur dengan derek berat.
Valerie Lysenko adalah salah satu dari banyak penduduk yang kembali ke Bucha untuk melihat kerusakan secara langsung. Lysenko mengatakan, dia meninggalkan kampung halamannya sedikit lebih dari seminggu setelah pasukan Rusia masuk ke Bucha.
Baca: Jawaban Putin soal Tuduhan Rusia Bantai Puluhan Warga Sipil di Bucha
Sebelum perang, Lysenko mengatakan dia selalu mengundang teman-temannya untuk mengunjungi Bucha, memberi tahu mereka bahwa itu adalah "pulau" yang tenang di luar Kiev dengan taman yang indah dan infrastruktur yang bagus. Sekarang, nama kotanya telah menjadi identik dengan perang dan penderitaan warga sipil.
“Satu-satunya hal yang mereka tahu [dari Bucha] adalah orang-orang mati, orang-orang dengan tangan terikat, orang-orang disiksa, dibunuh dan ini menghancurkan hati saya,” katanya. "Jika saya mengatakan saya kesakitan, itu hanya satu persen dari apa yang saya rasakan," lanjutnya.
(esn)
Lihat Juga :