Rusia Serang Pangkalan Udara Ukraina, Hancurkan Gudang Amunisi

Minggu, 10 April 2022 - 09:24 WIB
loading...
Rusia Serang Pangkalan...
Rusia serang pangkalan udara Ukraina, hancurkan gudang amunisi. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Pasukan Rusia telah menghancurkan gudang amunisi di Pangkalan Udara Myrhorod di timur tengah Ukraina . Demikian laporan kantor berita Interfax mengutip Kementerian Pertahanan Rusia.

"Sebuah pesawat tempur MiG-29 angkatan udara Ukraina dan sebuah helikopter Mi-8 juga hancur dalam serangan di pangkalan di wilayah Poltava," kata juru bicara kementerian Igor Konashenkov seperti dikutip dari Reuters, Minggu (10/4/2022).

Dia menambahkan bahwa gudang amunisi besar juga dihancurkan di dekat kota Novomoskovsk di wilayah timur tengah Dnipro.



Konashenkov mengatakan bahwa Rusia telah mencapai 85 sasaran militer di Ukraina, termasuk dua pos komando, tiga peluncur roket, empat senjata artileri self-propelled, sebuah depot amunisi dan dua depot logistik, antara lain.

"Sejak 24 Februari, pasukan Rusia telah menghancurkan 650 pesawat, termasuk jet dan helikopter, dan lebih dari 2.000 tank dan kendaraan lapis baja di Ukraina," kata Konashenkov seperti dikutip oleh Interfax.

Reuters tidak dapat segera memverifikasi angka yang diberikan.

Baca juga: Ukraina: Putin Luncurkan Serangan Nuklir Berarti Bunuh Diri!

Gubernur wilayah Poltava, Dmytro Lunin, mengatakan di media sosial bahwa dua orang terluka dan "kerusakan signifikan" disebabkan karena serangan Rusia di Myrhorod. Namun Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Pada 2 April, Lunin mengatakan serangan udara Rusia telah merusak landasan pacu lapangan terbang dan depot bahan bakar di dekat pangkalan udara.

Ukraina pada Sabtu kemarin meminta warga sipil di wilayah timur Luhansk untuk melarikan diri dari serangan Rusia setelah para pejabat mengatakan lebih dari 50 warga sipil yang mencoba mengungsi dengan kereta api dari wilayah tetangga tewas dalam serangan rudal.

Rusia telah berulang kali membantah tuduhan kejahatan perang dan menyangkal menargetkan warga sipil di Ukraina.

Baca juga: Petinggi UE kepada Zelensky: Tunjukkan Kami Bukti Pembantaian Bucha Tak Direkayasa

Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari untuk apa yang disebutnya "operasi militer khusus" guna demiliterisasi dan "denazifikasi" Ukraina.

Menurut perkiraan Kementerian Pertahanan Ukraina, 19.100 personel Rusia telah tewas sejak awal invasi. Dikatakan Rusia telah kehilangan 705 tank, 1.895 pengangkut personel lapis baja, 151 pesawat dan 136 helikopter.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari Kamis bahwa Rusia telah mengalami "kerugian yang signifikan" di Ukraina.

Dalam pembaruan terbarunya, pada 25 Maret, kementerian pertahanan Rusia mengatakan 1.351 tentara Rusia telah tewas sejak awal kampanye, dan 3.825 terluka.

Baca juga: Kremlin Akui Alami Kerugian Pasukan yang Signifikan di Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved