Profil Imran Khan: dari Bintang Kriket Menjadi PM Pakistan yang Digulingkan
Minggu, 10 April 2022 - 06:33 WIB
loading...
A
A
A
Dalam politik regional, PTI memimpin pemerintahan koalisi di Khyber Pakhtunkhwa dari tahun 2013.
Pada pemilu 2018, PTI muncul sebagai partai terbesar di Majelis Nasional, yang memungkinkannya membentuk pemerintahan koalisi dengan Khan sebagai Perdana Menteri.
PTI juga mampu membentuk pemerintahan koalisi di provinsi Punjab dan bertindak sebagai mitra koalisi Partai Awami Balochistan di provinsi Balochistan.
Namun, puncak kekuasaannya berakhir degan digulingkannya sebagai PM Pakistan.
Dia sudah mengantisipasi kekalahannya dalam voting mosi tidak percaya di Parlemen. Imran Khan, yang menuduh oposisi berkolusi dengan Amerika Serikat untuk menggulingkannya, pada hari Jumat meminta para pendukungnya untuk menggelar aksi unjuk rasa secara nasional pada hari Minggu (10/4/2022).
Seruan demo itu Sebagai upayanya untuk menekan Parlemen agar mengadakan pemilu dini.
Khan sebelumnya mencoba untuk menghindari pemungutan suara dalam mosi tidak percaya dengan membubarkan Parlemen dan mengadakan pemilu lebih awal, tetapi keputusan Mahkamah Agung memerintahkan pemungutan suara di Parlemen untuk dilanjutkan.
“Kami tidak akan membalas dendam. Kami tidak akan memenjarakan orang, tetapi hukum akan berjalan," kata pemimpin oposisi Pakistan, Shehbaz Sharif, dalam pidatonya setelah pemungutan suara yang menggulingkan Imran Khan, seperti dikutip Al Jazeera.
Dia kehilangan mayoritas suara Parlemen ketika sekutunya mundur dari pemerintahan koalisinya. Partai-partai oposisi mengatakan dia telah gagal untuk menghidupkan kembali ekonomi yang terpukul oleh COVID-19 atau memenuhi janji untuk membuat Pakistan bebas korupsi.
Pada pemilu 2018, PTI muncul sebagai partai terbesar di Majelis Nasional, yang memungkinkannya membentuk pemerintahan koalisi dengan Khan sebagai Perdana Menteri.
PTI juga mampu membentuk pemerintahan koalisi di provinsi Punjab dan bertindak sebagai mitra koalisi Partai Awami Balochistan di provinsi Balochistan.
Namun, puncak kekuasaannya berakhir degan digulingkannya sebagai PM Pakistan.
Dia sudah mengantisipasi kekalahannya dalam voting mosi tidak percaya di Parlemen. Imran Khan, yang menuduh oposisi berkolusi dengan Amerika Serikat untuk menggulingkannya, pada hari Jumat meminta para pendukungnya untuk menggelar aksi unjuk rasa secara nasional pada hari Minggu (10/4/2022).
Seruan demo itu Sebagai upayanya untuk menekan Parlemen agar mengadakan pemilu dini.
Khan sebelumnya mencoba untuk menghindari pemungutan suara dalam mosi tidak percaya dengan membubarkan Parlemen dan mengadakan pemilu lebih awal, tetapi keputusan Mahkamah Agung memerintahkan pemungutan suara di Parlemen untuk dilanjutkan.
“Kami tidak akan membalas dendam. Kami tidak akan memenjarakan orang, tetapi hukum akan berjalan," kata pemimpin oposisi Pakistan, Shehbaz Sharif, dalam pidatonya setelah pemungutan suara yang menggulingkan Imran Khan, seperti dikutip Al Jazeera.
Dia kehilangan mayoritas suara Parlemen ketika sekutunya mundur dari pemerintahan koalisinya. Partai-partai oposisi mengatakan dia telah gagal untuk menghidupkan kembali ekonomi yang terpukul oleh COVID-19 atau memenuhi janji untuk membuat Pakistan bebas korupsi.
(min)
Lihat Juga :